Selama masa pandemic ini kami melihat kesungguhan dari seorang Mutsyuhito dan IGI bekerja sama melatih guru-guru di Pakpak Bharat untuk menyusun materi dan menjalankan strategi PJJ baik secara daring dan tatap muka, tambah dia kemudian.
Sementara itu Ketua IGI Daerah Pakpak Bharat, Nurlaila Solin mengatakan tantangan PJJ di Pakpak Bharat jauh lebih kompleks dibandingkan daerah lain di Sumut. Hal itu disebabkan kondisi alam Pakpak Barat yang memiliki keterbatasan infrastruktur seperti minimnya akses kepada listrik dan internet.
hal ini menyebabkan hanya 25-30 persen siswa Pakpak Bharat yang bisa mengikuti PJJ secara daring. Sisanya harus belajar di luar jaringan (luring). Guru harus mendatangi rumah orangtua siswa satu persatu agar anak-anak ini bisa ikut belajar.
Situasi seperti ini tidak pernah dihadapi guru-guru Pakpak Bharat sebelumnya, sehingga wajar sekali kalau mereka kebingungan di awal-awal pandemi. Disinilah pentingnya pelatihan dan pendampingan diberikan kepada guru. Hanya dengan adanya pelatihan dan pendampingan, guru mampu menjalankan PJJ sesuai kondisi Pakpak Bharat, ungkap nurlaila Solin menjelaskan
(LM-01)

