LIPUTAN68.COM, Mangupura – Pelaksanaan Festival Layang-layang Bupati Badung Cup 2022, ternyata menebar bau amis yang sangat menyengat.
Pasalnya, pelaksanaan festival lomba layang-layang terbesar di Bali dalam sejarah tersebut menyisakan masalah pelik. Panitia pelaksanaan lomba dinilai tidak becus dan diduga menilep anggaran yang diberikan Pemkab Badung.
Diketahui pelaksanaan Festival Layang Layang Bupati Badung Cup 2022 tersebut, sepenuhnya didanai oleh Pemkab Badung sebesar Rp 317.692.127 yang bersumber dari APBD.
Namun dalam pelaksanaannya, panitia perlombaan justru memungut biaya pendaftaran bagi peserta sebesar Rp 100 ribu untuk masing-masing peserta.
Panitia dalam hal ini Pelangi Badung, sebelumnya juga berjanji akan memberikan T-Shirt dan Topi kepada peserta yang telah mendaftar. Namun kenyataannya janji tersebut hanya omong kosong belaka.
Termasuk sejumlah peserta lomba juga memprotes untuk juara harapan, panitia tidak memberikan hadiah atau uang pembinaan sepersenpun. Sementara dalam pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, juara harapan mendapatkan hadiah uang pembinaan.
Belakangan panitia justru melelang baju kaos melalui akun Instagramnya, seharga Rp 100 ribu perlembar. Persoalan inilah yang memantik kekecewaan para peserta dan menduga panitia telah menilep anggaran yang diberikan oleh Pemkab Badung.
Bahkan kekecewaan terkait ‘abu-abu’ dan carut marutnya pelaksanaan lomba Festival Layang-Layang Bupati Badung Cup 2022 ini sempat diunggah di akun facebook (fb) Kubu Bantas pada 11 Oktober 2022 dan dalam sekejap menjadi viral.
Mendapat tudingan miring dari sejumlah peserta lomba dan terkait unggahan bernada protes di akun fb Kubu Bantas, panitia pelaksanaan Festival Layang-Layang Bupati Badung Cup 2022 angkat bicara.
Melalui Ketua Pelangi Badung Putu Pasek Pranata sebagai panitia penyelenggara Festival Layang-Layang Bupati Badung Cup 2022, kepada sejumlah wartawan di ruang Kepala Dinas Pariwisata Badung memberikan penjelasan.

