40 Pelaku Usaha Mikro Ikuti Pelatihan Pemberdayaan Usaha Digitalisasi Pemasaran

“Yang bertahanpun bukan yang besar dan kuat, seperti nokia atau seperti negara yang berkuasa namun perusahaan dan negara yang adaptif dan cepatlah yang survive.UMKM itu lebih leluasa bergerak.

Perubahan zaman saat ini sedang menuju pada  UMKM yang seperti bapak ibu lakukan. Jadi tetap semangat,” katanya.

Sementara itu Malum boru Kudadiri, salah seorang peserta pelatihan juga pengurus Pokdarwis Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo menyampaikan keluh kesah usaha pariwisata saat diterpa pandemi 2 tahun terakhir. Hal tersebut membuat Ia dan rekannya harus memutar otak memberdayakan segala sesuatu untuk menghidupi keluarga.

“2 tahun usaha di TWI nyaris tanpa pengunjung pak, Kami mesti memutar otak untuk membuat usaha apa saja agar roda ekonomi kami tetap berputar, katanya.

Kondisi Ini  kata Malum jadi salah satu alasan Ia dan rekannya membentuk Pokdarwis yang memberdayakan seluruh anggota mengolah usaha keripik ubi sebagai usaha pendukung.

Malum berharap pemerintah senantiasa melakukan perannya melakukan pendampingan agar usaha masyarakat tetap berjalan.

Hadir dalam kegiatan ini kadisperindagkop, mewakili Kadis Perijinan, Pimpinan cabang, Bank BNI 46 Sidikalang,  Kepala KP2KP, Bank Sumut, dan para peserta pelatihan.

 (LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *