“Tidak ada lagi ODGJ yang dipasung dan sudah banyak desa yang berperan aktif untuk membuat sarana hunian khusus sesuai standar bagi ODGJ yang sekiranya masih agak rawan dan meresahkan masyarakat.
Hal ini dilakukan karena kondisi pasien, kestabilan mental ODGJ tidak dapat di perhitungkan,” tutur Farida.
Masih dikesempatan yang sama, Farida juga menekankan, perlunya koordinasi secara simultan dan kerjasama, agar pemantauan kestabilan mental pasien ODGJ bisa terjaga di masing masing keluarga. “Demi mendukung program Nasional bebas pasung penanganan dan pembiayaan pasien ODGJ tidak memandang kondisi ekonomi,” tukasnya.(red/yun).
