Sementara itu, Kadis Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung, SP., M.Si. menyampaikan bahwa Dinas Ketapang dan Pertanian merupakan salah satu tim dari satuan tugas pangan dan tim pengendali inflasi daerah juga mempunyai tanggung jawab selain untuk program pencegahan stunting dan juga mendukung Kota Layak Anak di Kota Tebing Tinggi.
“Bahwa sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri dan Presiden RI Bapak Joko Widodo, bahwa kita boleh kota lahan sempit tapi kita harus memberdayakan masyarakat sehingga dapat menekan ongkos produksi,” katanya.
Lanjutnya, selaku instansi OPD teknis, mempunyai tanggung jawab untuk peningkatan produksi pertanian. Bagaimana mengedukasi masyarakat untuk mengurangi ongkos Produksi dengan memberikan edukasi berupa Bio Enzim, Eku Enzim dan juga Biosaka.
” Bila kita melaksanakan pengolahan pertanian kita secara kontinyu di lapangan minimal ongkos produksi di tingkat rumah tangga bisa dikendalikan,” demikian ujar Kadis Ketapang dan Pertanian.
Serta pemberian bantuan berupa pupuk, bibit tanam serta budidaya dalam ember, pemberian bantuan peningkatan gizi, sosialisasi pembuatan Elisitor Biosaka dan kunjungan lapangan Pekarangan Pangan Lestari.
Turut dihadiri Kadis P3APM Dra. Sri Wahyuni, M.Si., Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik, S.Sos., M.Sp., Plt. Camat Padang Hilir Ramadhan Barqah Pulungan, S.IP., M.Si., Kabag Perekonomian Ir. Nasrullah dan Lurah di lingkungan Kec. Padang Hilir serta Ketua TP PKK Ny. Harliaminda Dimiyathi, tim Peliputan Diskominfo dan tamu undangan lainnya. (Dipa).

