Pacitan – Ini sebuah keteladanan yang ditunjukkan oleh Wabup Pacitan, Gagarin. Ia memberikan edukasi sosial bagi siapapun, agar lebih peka terhadap lingkungan terdekat.
Hal tersebut ia tunjukkan saat melakukan kunjungan ke wilayah dan bertemu dengan seorang nenek-nenek penjual tampah, Senin (13-03-2023).
Saat itu, Gagarin tengah melintas dari arah Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo menuju Desa Jeruk, Kecamatan Bandar.

Sesampainya di Desa Watupatok, orang nomor dua di Pemkab Pacitan ini, melihat ada sebuah warung kecil diseberang jalan. Gagarin pun meminta sang sopir untuk menghentikan laju kendaraan dinasnya. “Stop dulu,” katanya memberikan aba-aba kepada sopir.
Spontan, sopir pun lantas menginjak pedal rem untuk menghentikan laju kendaraan. Sejurus kemudian, Gagarin langsung turun dari mobil.
Tanpa disadari oleh sang sopir, Gagarin yang saat itu nampak mengenakan baju batik lengan pendek dipadu celana berwarna gelap, langsung menghampiri seorang nenek renta yang hendak menggendong tampah dagangannya dari sebuah gubuk kecil di tepian jalan.
“Nopo o Mbah, abot nggeh Mbah (kenapa nek, berat ya nek),” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Pacitan ini.
Tanpa pikir panjang, dan dengan tidak melihat jabatannya sebagai seorang wakil bupati, Gagarin pun langsung membantu si nenek dengan menjinjing beberapa tampah lantas meletakkannya dipunggung si nenek renta tersebut.
Dengan cekatan, Gagarin juga menggayutkan selendang kecil ke punggung si nenek itu untuk mengikat tampah agar bisa nangkring dan tidak terjatuh. “Pun mbah, ngatos-atos nggeh (sudah nek, hati-hati ya),” pesan Gagarin dengan nada lembut sebagai ungkapan rasa kasih sayang seorang pemimpin kepada rakyatnya yang memang tengah membutuhkan bantuannya.
Tak hanya itu, Gagarin juga merogoh kocek dan mengambil selembar uang untuk membeli dua tampah. Meski, ia tak butuh peralatan tersebut.
Sontak wajah si nenek menjadi sumringah karena dagangannya laku terjual. Apalagi tampahnya dibeli oleh seorang pejabat negara. Meski ia tak menyadari kalau yang melarisi tampahnya itu seorang wakil bupati.
