Tak Memandang Jabatannya Sebagai Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Rela Turun Dari Mobil Dinasnya Untuk Membantu Menjinjing Tampah Milik Seorang Nenek Renta

Setelah menerima selembar uang seratus ribuan, si nenek pun memberikan beberapa lembar uang kembalian, namun oleh Gagarin tidak diterima dan diberikannya kembali. “Pun kersane mbah, kagem panjenengan. (Sudah biarlah nek, kembalian itu untuk nenek),” katanya.

Hati si nenek semakin girang, lantaran orang yang membeli tampahnya tak mau menerima uang kembalian. Sudah dibantu menggendong tampahnya, ia pun mendapatkan uang lebih.

Sebelum melanjutkan berkeliling menjual tampah, tak lupa si nenek juga memberikan ucapan terimakasih dan doa tulus kepada Gagarin.

“Nggeh Mbah, kulo Gagarin, tepang dereng? Menawi pinanggih malih, kulo panjenengan aruhi nggeh. (Ya nek, saya ini Gagarin, kenal apa belum? Kalau bertemu lagi saya disapa ya),” tutur Gagarin sebelum akhirnya bergegas menuju sebuah warung kecil untuk membeli beberapa jajanan.

Fenomena seperti itu bisa dijadikan sebuah keteladanan bagi masyarakat luas, agar lebih peka terhadap sekelilingnya. Tak mengenal pangkat, jabatan atau strata sosial, namun teruslah untuk saling berbagi seperti yang telah ditunjukkan oleh seorang Gagarin.(Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *