Pacitan – Kasus kecelakaan kecil yang menimpa guru penjaskes di SDN Kledung I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, sepertinya masih berbuntut panjang.
Hal tersebut berkaitan dengan kondisi fisik bangunan gedung sekolah yang sudah berpuluh tahun tidak pernah tersentuh proyek pembangunan. Apalagi ada tudingan bila satuan pendidikan tidak melaporkan kondisi bangunan sekolah yang rusak dalam Dapodik.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Pacitan, Lancur Susanto, menegaskan, fenomena tersebut sebagai bukti lemahnya dinas terkait dalam memberikan bimbingan kepada lembaga sekolah dalam pengisian data di dalam Dapodik.
“Harusnya Dinas Pendidikan itu secara intensif terus memberi bimbingan kepada satuan pendidikan, agar mereka benar -benar memahami ketika membuat pelaporan atau usulan rehabilitasi gedung di dalam Dapodik. Jangan hanya cul-culan seperti itu,” kata Lancur, dalam siaran persnya, Jumat (17-03-2023).
Seperti misalnya, ketika pihaknya memberikan pendampingan terhadap takmir masjid atau musholla dalam mengisi usulan pembagunan atau rehabilitasi melalui aplikasi sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD). “Kita juga harus masif mendampingi mereka, agar tidak salah ketika menginput data di SIPD. Inilah perlunya koordinasi yang tersistem, sehingga ketika terjadi persoalan di lapangan tidak saling menyalahkan satu sama lainnya,” jelas wakil rakyat dapil Kecamatan Nawangan-Bandar ini pada wartawan.
Lebih lanjut, legislator tiga periode ini mengatakan, pihak sekolah sejatinya hampir setiap tahun menyampaikan permohonan rehabilitasi gedung ke Dinas Pendidikan.
Demikian juga Wabup Pacitan, Gagarin, pernah mendapat keluh kesah dari pihak sekolah, dan langsung berkunjung ke SDN Kledung I tersebut pada awal Tahun 2022 lalu, guna melihat secara dekat keberadaan bangunan gedung yang memang sudah tidak layak untuk pelaksanaan kegiatan belajar -mengajar.
“Pak Wabup pernah mendapat keluhan dari pihak sekolah, lantas beliau meninjau lokasi SDN Kledung I sekitar awal Tahun 2022, dan mendorong agar dinas terkait segera bersikap. Beliau saat itu langsung mendapat laporan dari pihak sekolah.
Namun demikian sampai detik ini tidak ada tindak lanjutnya. Setelah ada kejadian, baru mereka menyikapi,” kritik politikus Golkar yang juga tergabung di Komisi II, yang membidangi kesehatan, pendidikan dan kesra tersebut.
