Ibu-ibu Gubuk Songmeri Pacitan, Sholawatan Gamelan Kaca Jelang Sahur

” Berangkat dari pemanfaatan limbah kaca, kemudian ada teman,bernama Muhammad Sulthoni alias Konde berinisiatif untuk bereksperimen. Maka jadilah gamelan beling ini.” Jelas Aminudin, budayawan asal desa Sukoharjo, koordinator Gubuk Songmeri.

Berawal dari rasa penasaran inilah kemudian gamelan beling berkembang menjadi seperangkat alat musik Jawa.

Gamelan beling menjadi unik, karena menjadi satu-satunya di Indonesia.

” Ya sepengatahuan saya, di Indonesia, gamelan beling baru ada di Desa Sukoharjo ini.harapanya ini bisa menjadi alat musik khas dari Pacitan.” Pungkas Amin. (Yul)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *