Disisi lain, even pemilu sudah terus berkejaran dengan waktu. Akan tetapi kelengkapan kelembagaan partai, belum mereka penuhi. “Ini terkesan ada kemunduran demokrasi. Rakyat akan dihadapkan dengan pilihan partai politik yang sejatinya mereka belum siap untuk di pilih dan duduk sebagai wakil rakyat,” terang Gagarin.
Di kesempatan yang sama, politikus berpostur tinggi besar itu juga mengingatkan kepada masyarakat luas untuk lebih jeli dalam memilih partai dan kader partai yang memperjuangkan aspirasinya.
Karena partai politik itu merupakan instrumen politik untuk memperjuangkan aspirasi dan kehendak rakyat. “Kalau wadah memperjuangkan aspirasi itu tidak siap, maka perlu dipertanyakan tingkat keberhasilannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dan kalau juga, pengendali partai di tingkat daerah itu, tidak memahami sosial kultur masyarakat dalam wilayah kerjanya, maka bisa memengaruhi karakter kebijakan yang dihasilkan dari penerjemahan aspirasi dan kehendak rakyat, ” pungkasnya.(red/yun).
