Pacitan- Dua jembatan gantung yang berlokasi di wilayah Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, hingga detik ini belum memberikan dampak manfaat bagi warga sekitar.
Pasalnya, dua jembatan tersebut kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilalui lagi. Bahkan satu dari kedua jembatan tersebut hanya tinggal menyisakan seonggok bebatuan pondasi.
Menurut anggota Fraksi Golkar DPRD Pacitan, Sri Widowati, kedua jembatan tersebut satu berlokasi di Dusun Tegal, Desa Mangunharjo dan Dusun Banyuanget, Desa Kedungbendo.

“Dua jembatan itu kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilalui. Warga di dua desa tersebut terpaksa memutar arah dengan radius tempuh sangat jauh. Dulu ketika jembatan masih layak dilewati, warga hanya butuh beberapa menit untuk melintas. Namun dengan tidak berfungsinya jembatan, warga harus memutar arah dengan jarak dan waktu tempuh sangat panjang,” kata legislator tiga periode ini, Rabu (03-05-2023).
Sri mengatakan, khususnya jembatan di Dusun Banyuanget, sejatinya sudah ada tindakan kedaruratan saat terjadi bencana banjir bandang pada 2017 lalu. Namun begitu, lanjut dia, jembatan tersebut ditengarai berdiri diatas tanah gerak.
Seteleh dilewati oleh warga,tak lama berselang jembatan tersebut tidak bisa digunakan lagi lantaran konstruksi jembatan miring.
Sehingga konstruksi besi dari jembatan tersebut, sempat di lepas. “Yang jelas sampai detik ini jembatan tersebut hanya menyisakan pondasi kanan dan kiri. Sedangkan konstruksi besi sudah tidak ada,” tuturnya.
