Pacitan- Lagu karya cipta Abah Lala bejudul “Ojo Di Banding-Bandingke” mungkin sangat tepat dialamatkan kepada Bupati Pacitan Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji.
Belakangan, seiring berjalannya tahun politik jelang Pileg, Pilpres dan juga Pilbup serentak 2024, lagu tersebut terkesan menjadi semangat sejumlah pihak untuk membandingkan hasil kinerja dari bupati yang oleh wartawan dijuluki sebagai “Bupati 4WD” itu dengan prestasi kinerja para kepala daerah direzim sebelumnya.
Pengamat politik lokal di Pacitan, Hadi Subowo berpendapat, suatu hal yang naif apabila ada pihak-pihak yang demen membanding-bandingkan prestasi kinerja seorang bupati. “Itu cerminan manusia yang luput dari bersyukur. Tidak bisa kita ini membuat perbandingan prestasi kinerja satu rezim pemerintahan dengan pemerintahan sebelumnya,” kata Hadi Subowo memberi pendapat, Kamis (18-05-2023).
Era kepemimpinan Bupati Sutrisno misalnya, tak bisa dibandingkan dengan era pemerintahan Bupati Suyono ataupun Bupati Indartato. Mereka berkuasa dengan kondisi kearifan serta beragam permasalahan, ditengah dinamika regulasi di jamannya masing-masing.
Demikian juga di era kepemimpinan Bupati Indrata Nur Bayuaji saat ini. Jelas tak bisa untuk dibandingkan atau disamakan dengan kepemimpinan bupati sebelumnya. Deregulasi yang menyangkut kebijakan anggaran sempat bergulir. Maka sudah menjadi rahasia umum, bila di era kepemimpinannya, sangat tipis di kantong.
Mas Aji, begitu kata Hadi Subowo, mungkin masih perlu menggenjot pembangunan infrastruktur yang oleh sebagaian pihak dinilai jalan ditempat. Namun disisi lain, kepemimpinan dari anak keponakan Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga patut diberi apresiasi. Hanya dengan waktu kurang dari empat tahun menjabat di periode pertama ini, namun banyak hal yang mungkin masyarakat kurang pahami.
Salah satu contohnya, dibawah kendali Bupati Aji dan perangkat daerah yang ada, setidaknya sudah bisa meminimalisir kasus kematian akibat terpaan bencana non alam coronavirus yang sempat merenggut jutaan nyawa manusia di dunia.
