Pacitan- Keberadaan monumen sangat bersejarah di Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, terkesan tak terurus. Padahal monumen tersebut sebagai bukti sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam merebut kemerdekaan kala itu.
Meski hanya dengan satu paru-paru dan berjalan diusung tandu, namun tak menyurutkan semangat para pahlawan ketika itu dalam mengawal Jenderal Soedirman, bergerilya untuk bisa memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pemda harus segera mengelola kawasan Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman di Dusun Menur Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan, sebagai destinasi wisata bersejarah,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pacitan, Lancur Susanto melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp, Kamis (25/5).

Menurut wakil rakyat tiga periode ini, kawasan tersebut pembangunannya telah di prakarsai oleh almarhum Roto Suwarno. Yang bersangkutan adalah seorang anggota MPR /DPR di rezim Orde Baru silam.
“Beliau asli putra Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan. Tahun 2015 lalu, tanah seluas 6 hektare, di ganti rugi oleh pemerintah pusat. Dan Pembangunannya di prakarsai almarhum Pak Roto Suwarno yang berhenti Tahun 1993, di ganti rugi oleh Pemkab Pacitan pada Tahun 2020,” tandasnya.
