Pacitan- Jika benar sistem pemilu akan berubah menjadi proporsional tertutup, tidak menutup kemungkinan “perselingkuhan politik” akan berlangsung.
Fenomena ini diduga akan dialami oleh bakal calon petahana, yang tidak mendapatkan perhatian dari parpol pengusungnya.
Mereka yang berharap ada di nomor urut atas, namun kenyataannya, mereka di tempatkan di nomor urut sandal jepit, karena kehadiran bakal calon baru yang mungkin dipandang lebih memiliki popularitas atau ada kedekatan dengan elite parpol.
Salah seorang pengamat politik di Pacitan Hadi Subowo mengatakan, anomali aturan dalam penyelenggaraan pemilu, membuat peta politik kian carut-marut. Demikian juga loyalitas kader semakin bias dan samar.
Maka, lanjut dia, tak salah apabila ritme politik serong kanan, serong kiri akan mewarnai tahapan kepemiluan. “Selain urban politik, mungkin perselingkuhan politik juga bisa terjadi. Loyalitas tak lagi menjadi prioritas, namun cuan politik yang lebih mendominasi,” kata purna bakti ASN lingkup Pemkab Pacitan ini, Kamis (1/6).
