Perhatian Pemerintah Terhadap Kesehatan Mental ASN Masih Rendah. Dari Hari Ke Hari Kasus Ganguan Kejiwaan Di Pacitan Terus Meningkat. Apa Penyebabnya, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kejiwaan RSD dr Darsono Endang Soekartiningisih

Peran pemerintah diharapkan untuk dapat melakukan sejumlah tindakan. Antara lain
memberikan informasi, kesadaran, dan pendidikan yang lebih baik tentang kesehatan dan penyakit mental.

Memberikan layanan perawatan kesehatan dan sosial yang lebih baik (dan lebih banyak) untuk populasi yang saat ini kurang terlayani dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Menyediakan perlindungan sosial dan keuangan yang lebih baik bagi orang dengan gangguan jiwa, khususnya mereka yang berada dalam kelompok yang kurang beruntung secara sosial.

Memberikan perlindungan legislatif dan dukungan sosial yang lebih baik bagi orang, keluarga dan masyarakat yang terkena dampak buruk gangguan jiwa.

Serta meningkatkan kesejahteraan ASN pada umumnya dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat sehingga bisa mengurangi angka pengangguran yang merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya gangguan jiwa.

Selama masih menjalani kehidupan, individu pasti tidak akan terlepas dari stress. Tinggal bagaimana individu tersebut mampu menangani stress dengan baik sehingga tidak jatuh dalam kondisi mengalami gangguan jiwa.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain, mengatasi stress dengan cara mensiasati keadaan, misal seperti mau ujian maka dengan menyiapkan fisik dan mental jauh-jauh hari sebelum ujian.

Sikap yang adaptif dalam menghadapi stress, seperti kondisi yang tidak bisa dihindari, seperti bencana alam, kecelakaan dll.

Menurunkan standart pribadi yang terlalu tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuan dan realita mulai berdamai dengan kondisi yang ada, dan melihat capaian yang sudah ada saat ini.

“Lakukan aktivitas yang menyenangkan berkaitan dengan hobi atau melakukan kegiatan dengan orang yang disayang misalkan jalan-jalan ketempat favorit, dll.

Membiasakan cara hidup yang sehat seperti rutin berolahraga, makan yang sehat dan bergizi, menghindari alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang. Berlatih relaksasi misalnya dilakukan dengan cara menarik nafas dalam dari hidung dikeluarkan pelan-pelan melalui mulut sambil memejamkan mata. Lakukan berulang-ulang sambil membayangkan situasi yang menyenangkan yang bisa membuat rileks dan tenang,” pesan Endang. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *