ASB: Demokrat Partai Terbuka. Siapapun Boleh Berdiskusi dan Bersilaturahmi Termasuk PDI-P

Pacitan- Tak ada kawan ataupun lawan sejati dalam berpolitik. Yang ada kepentingan sejati. Ungkapan di atas mungkin sangat tepat dialamatkan kepada PDI-P yang saat ini tengah membuka keran kerja sama politik dengan Partai Demokrat.

Publik tanah air sudah sangat memahami bagaimana komunikasi politik kedua partai yang sama-sama pernah menghantarkan cawapresnya menjadi Presiden RI selama dua periode itu.

Demikian juga bagaimana Banteng Moncong Putih dan Bintang Mercy berseteru sejak perhelatan Pilpres 2004 silam.

Namun belakangan, dunia perpolitikan tanah air sempat tergamak, ketika PDI-P yang selama ini memposisikan diri sebagai oposan dengan Demokrat tiba-tiba menawarkan diri untuk membuka kerja sama dengan partai rivalnya tersebut. Dan, memasukkan nama Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam bursa bacawapres Ganjar Pranowo.

Sementara disisi lain, masyarakat di seantero negeri sudah paham, apabila Demokrat lebih dulu membangun koalisi dengan NasDem dan PKS yang mereka namai sebagai Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan mengusung mantan Gubernur DKI, Anis Baswedan sebagai bakal capresnya, sebelum PDI-P mendeklarasikan diri mengusung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sebagai bacapres.

Dinamika semacam ini, tentu membuka ruang spekulatif bagi masyarakat luas.

Benarkah PDI-P akan islah dan membangun kongsi politik bersama Demokrat, serta PPP dan Perindo di perhelatan Pilpres 2024, ataukah hanya sebuah intrik “goda-goda politik” untuk mengganjal langkah Anis supaya gagal dalam pencapresan?

Sekretaris DPC Demokrat Pacitan, Arif Setia Budi berpendapat, Partai Demokrat adalah partai terbuka.

“Siapapun yang hendak berdiskusi dengan maksud baik untuk saling silaturrahmi, untuk saling bertukar pikiran demi tercapainya indonesia yang maju, saya kira baik-baik saja. Soal apakah akan bergabung atau tidak saya kira ketum kami Mas AHY sudah lihat soal itu,” kata politikus yang akrab disapa ASB ini, Senin (12/6).

“Kita semua di Partai Demokrat yakin dan percaya bahwa apapun yang di putuskan Ketum adalah yang terbaik untuk kita semua. Meskipun Partai Demokrat sudah bergabung dengan koalisi perubahan saya kira sah-sah saja suatu misal untuk saling bertemu dengan “gerbong” koalisi lainnya.

Kami yang di bawah pada prinsipnya ingin Indonesia yang kita cintai ini kedepan dapat lebih baik dari yang sebelumnya. Yang baik lanjutkan yang kurang baik benahi,” sambungnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *