B. Organisasi PAMU
Kedudukan Ki Ageng RM Djojo Poernomo dalam organisasi
Pirukunan Purwa Ayu Mardi Utama atau PAMU sangat utama. Organisasi penghayat kejawen ini berdiri tanggal 20 Juli 1939. Bertempat di kota Surakarta. Selaku pendiri yakni Mr BPH Sumodiningrat. Trah Kraton Surakarta nguri uri budaya Jawi. Alas Purwo sentra aktivitas PAMU yang beranggota dari tiap Kabupaten.
Malamnya dilakukan kegiatan kultural. Malam Sabtu Wage bertempat di dusun Tojo Kidul, desa Temuguruh, kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Ketua PAMU dijabat oleh Cokro Wibowo S.Pd, MAP. Acara ini sungguh penting. Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr Emil Dardak berkenan hadir. Kegiatan ini meliputi macapatan, pagelaran wayang dan sarasehan.
Mas Sumari, S.Sn alumni ISI Surakarta merancang dan membantu kelancaran acara PAMU. Tokoh Senawangi dan Pepadi ini jalma limpat seprapat tamat. Orang ramah murah pada sesama. Punya jaringan birokrasi dan seni yang luas. Malah sempat memiliki koneksi pengobatan. Pagi harinya berkunjung ke anggota PAMU yang punya kemampuan penyembuhan. Dengan berbasis spiritual Jawa dan tenaga dalam berbagai penyakit disembuhkan. Tulung marang sesama.
Sarasehan budaya diselenggarakan dengan tema kebangsaan dan kebudayaan. Hadir pula Mas Sri Harjono S.Sos. Alumni pimpinan Jamaah Shalahuddin UGM kini menjadi sponsor acara budaya. Meliputi penerbitan buku, pagelaran seni dan kegiatan sosial. Rejeki yang berlimpah ruah untuk mengasah anggunnya peradaban.
Ekologi budaya masyarakat lingkungan Alas Purwo Banyuwangi memberi energi dan inspirasi. Kerajaan Medang, Kahuripan, Jenggala, Daha, Kediri dan Majapahit menjadikan Alas Purwo sebagai sumbu spiritual. Nak tumanak run tumurun menuntun arah kepribadian dan jatidiri bangsa. Dalam acara budaya ini tari gandrung tampil memikat hati.
Tari gandrung sungguh atraktif. Simbol perempuan mandiri dan berbudi. Kontribusi untuk ibu pertiwi. Jasa Ki Ageng RM Djojo Poernomo dalam pengembangan seni budaya begitu besar.
Dari Direktorat kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek. Apresiasi khusus diberikan kepada Ki Ageng RM Djojo Poernomo. Maka diselenggarakan sarasehan budaya. Bertepatan pada hari Sabtu Wage, 22 Juli 2023 pukul 12.30 hingga 15.00. Selaku narasumber Prof Dr Gunawan Sumodiningrat M.Ec, Aris Heru Utomo, Sumari dan Purwadi. Tanggapan peserta sangat positif. Terbukti ungkapan dan tepuk tangan bergemuruh.
Oraganisasi pimpinan Cokro Wibowo betul betul berwibawa. Ketua DPRD Banyuwangi pun memberi dukungan penuh. Berarti organisasi sangat berarti bagi pelestarian adat istiadat.
Pada pukul 15-17 dilakukan tabur bunga di Makam Ki Ageng RM Djojo Poernomo. Ziarah ini berada di dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi. Mendhem jero mikul dhuwur. Ajaran luhur tetap basuki lestari.
Usaha dari Direktorat kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek sungguh bermakna besar. Matur nuwun sanget. Hubungan Blambangan dengan Mataram terlalu dekat dan erat.
C. Pelopor Nasionalisme.
Babad Tanah Blambangan mengukir jiwa kebangsaan. Demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, generasi muda perlu belajar sejarah. Terutama tentang pelopor jiwa nasionalisme. Misalnya
Karaton Surakarta Hadiningrat yang berdiri tahun 1745. Dalam sejarahnya merupakan kelanjutan dari dinasti Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram.
Tradisi luhur yang berkaitan dengan praktek bela negara selalu dijunjung tinggi. Aspek kepemimpinan diajarkan oleh para pujangga. Misalnya Sinuwun Paku Buwana III, Paku Buwana IV dan Paku Buwana V, Paku Buwana VI dan Paku Buwana I, Kyai Yasadipura dan Raden Ngabehi Ranggawarsita.
Nilai patriotisme ditulis dalam bahasa Jawa dengan bentuk tembang macapat.
Semangat bela negara dijelaskan oleh Paku Buwana III, dengan karyanya Serat Wiwaha Jarwa. Karya sastra ini merupakan gubahan dari Kakawin Arjuna Wiwaha ciptaan Empu Kanwa jaman raja Airlangga abad 10 Masehi.
Perjuangan seorang satria utama dipersonifikasikan oleh tokoh Arjuna. Seorang satria sejati harus membela kebenaran dan keadilan. Para dewa mendukung Arjuna untuk membinasakan Prabu Niwata Kawaca raja Negeri Hima Himantaka. Penguasa angkara murka ini bisa dikalahkan oleh Arjuna.
Kecakapan Arjuna dipersembahkan kepada ibu pertiwi. Watak seorang satria harus membela orang lemah dari segala penindasan. Paku Buwana III berhasil menggambarkan jiwa kebangsaan buat sekalian warga negara.
Berkaitan dengan hal tersebut, tim seni Kraton Surakarta mementaskan lakon Arjuna Wiwaha. Bertempat di Gedung Kautaman TMII Jakarta pada tanggal 9 Juli 2023. Nilai kebangsaan disajikan dalam bentuk kesenian sandiwara wayang orang.
Serat Wulangreh ciptaan Sinuwun Paku Buwana IV. Untuk menjaga kualitas pengabdian raja Surakarta yang memerintah tahun 1788-1820 ini memberi wejangan budi pekerti luhur. Watak manusia paripurna selayaknya menjaga harkat dan martabat. Untuk itu orang diwajibkan berguru atau mencari ilmu pengetahuan.
Dalam pergaulan orang jangan sampai adigang, adigung, adiguna. Adigang menyombongkan kekuatan fisik. Adigung menyombongkan kekuasaan. Adiguna menyombongkan kepintaran. Ketiga hal tersebut mesti dihindari jauh jauh, agar dirinya mendapat keselamatan.
Pengajaran nilai luhur serat wulangreh bisa dengan tembang. Lebih bagus lagi bila diiringi seni karawitan jangkep. Bahkan kerap ditampilkan melalui suluk pedalangan.
Serat Centhini termasuk mahakarya. Terdiri dari 14 jilid. Bisa dikatakan ensiklopedia kebudayaan Jawa. Karya Paku Buwana V sudah diterjemahkan ke semua bahasa asing. Pernah ditampilkan dalam bentuk seni teater, dengan mengambil episode khusus.
Suri teladan tentang kepahlawan berguna buat pembinaan generasi muda. Cinta tanah air dan bangsa menjadi sarana pendidikan karakter.
Perjuangan Sultan Hadiwijaya raja Pajang dilukiskan oleh Sinuwun Paku Buwana VI. Lewat Babad Joko Tingkir keteladanan dan kepahlawan digali berdasarkan aspek historis. Penulisan Babad Joko Tingkir selama pembuangan di Ambon tahun 1830 – 1849. Paku Buwana VI ditetapkan oleh pemerintah RI sebagai Pahlawan Nasional.
Peran Sinuwun Paku Buwana IX tahun 1861 – 1893 tampak dalam pembangunan rel kereta api, pabrik gula dan perkebunan. Tanah Jawa mengalami masa keemasan.
Masa kejayaan ini dilanjutkan oleh Sinuwun Paku Buwana X. Raja yang kaya raya ini mendapat sebutan Sinuwun Ingkang Minulya Saha Wicaksana. Jasa Paku Buwana X diakui pemerintah RI dengan mengangkat sebagai Pahlawan Nasional tahun 2010.
Pergerakan nasional Indonesia makin nyata setelah Sinuwun Paku Buwana XI melibatkan diri dalam organisasi Budi Utomo, Muhammadyah, Sarikat Islam dan Taman Siswa. Menjelang kemerdekaan, Paku Buwana XI mengutus pejabat Kraton Surakarta untuk menjadi anggota BPUPKI. Sayang Paku Buwana XI wafat saat sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.
Kontribusi Karaton Surakarta terus dipersembahkan untuk NKRI. musium Rekor Indonesia atau MURI memberi penghargaan kepada Paku Buwana XII atas perjuangan dan jasa. Paku Buwana XII pada tanggal 1 September 1945 adalah raja pertama di dunia yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.
Raja Jawa mewariskan keutamaan berbangsa dan bernegara. Karaton Surakarta tetap melestarikan seni budaya. Demi ketentraman jagat raya. Seni budaya merupakan sarana untuk memperkokoh jatidiri bangsa.
Bela negara bisa dilakukan dengan media kesenian.
Rum kuncaraning bangsa, dumunung ing luhuring budaya.
Nilai kepahlawanan raja Jawa penuh suri teladan.
Sarasehan sejarah kebudayaan yang diselenggarakan pada hari Sabtu Wage, 23 Juli 2023 merinci nilai patriotisme. Masyarakat di dukuh Tojo Kidul, desa Temuguruh, kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi melanjutkan perjuangan bangsa. Babad Tanah Blambangan melestarikan tradisi luhur, buat kokohnya jatidiri nasional.
