“Maksudnya baik, namun kadang diterima tidak baik. Kami berkeyakinan tidak ada guru yang menginginkan siswa-didiknya berprilaku kurang atau tidak baik. Karena itulah selain memberikan pelajaran sebagaimana bidang studi yang diampu, mereka juga punya tugas memberi pendidikan karakter kepada siswa-siswinya. Ini yang harus kita pahami bersama,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Indiah, tak serta merta ketika ada guru yang bermasalah dengan anak didiknya, lantas dijatuhi sanksi ataupun mutasi. Perlu diketahui, saat ini Pacitan bisa dibilang krisis tenaga guru.
Karena itu, belum lama ini banyak guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang mendapatkan pengangkatan di luar daerah, ia upayakan bisa kembali pulang kampung.
“Kita ini memang kekurangan tenaga guru. Jadi tidak serta merta ketika ada guru bermasalah dengan anak didiknya, lantas dijatuhi sanksi atau dimutasi. Kita cermati dulu bagaimana alur peristiwanya. Dan yang lebih mendasar, kita akan kedepankan upaya pembinaan. Baik kepada guru maupun siswa didiknya,” tukas dia. (Red/yun)
