Baskami Minta Penanganan Banjir Bandang Humbahas Dituntaskan Lintas Sektoral

“Sebanyak 35 rumah rusak, 12 rumah di antaranya rusak berat karena tertimbun batu besar. Ada 200 orang mengungsi akibat banjir bandang itu,” imbuhnya.

Baskami juga meminta Dinas Sosial, Dinas Kesehatan maupun pihak terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan pangan, pakaian dan obat-obatan yang dibutuhkan.

“Juga persoalan infrastruktur, drainase, air bersih yang harus ditangani. Maka upaya penanganan serta penanggulangan ini harus lintas sektor,” tambahnya.

Menurutnya, perlu dicari penyebab pasti terjadinya banjir bandang Humbahas. Baskami memersoalkan kerusakan hutan dan hilangnya daerah tangkapan (penahan air) di areal sekitar Danau Toba.

“Saya berkali-kali berdiskusi dengan pemerhati lingkungan, aktivis, warga masyarakat, mahasiswa tentang masalah ini. Harus ada upaya kongkrit dari kita menyelamatkan alam sekitar Danau Toba itu,” jelasnya.

Bagi Baskami, dalam beberapa waktu terakhir, banjir bandang Humbahas merupakan rentetan peristiwa banjir yang semakin sering terjadi di kawasan Danau Toba.

“Maka harus ada kepedulian dan aksi konkrit baik pemda, pemprov dan pemerintah pusat mengenai kerusakan-kerusakan hutan ini. Adakan upaya reboisasi, penghijauan agar tidak mudah terjadi longsor dan banjir,” pungkasnya. (*)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *