Liputan BERITA

Prabowo Subianto: Demokrasi Itu Sangat Mahal. Berpolitik Selain Integritas dan Kredibilitas, Yang Terpenting Adalah “Isi Tas”

Ditulis oleh Liputan68 pada 4 Desember 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Capres Prabowo Subianto Joyo Hadi Kusumo tegaskan, ada tiga hal penting dalam berpolitik.

Yang pertama, menurut Prabowo yaitu kredibilitas. Kemudian yang kedua adalah integritas dan yang ketiga adalah aksesibilitas. “Tapi yang penting adalah isi tas. Alhasil memang demikian,” kata Prabowo disebuah kesempatan.

Menurut mantan Danjend Kopassus tersebut, demokrasi itu ternyata tidak gampang. Demokrasi itu sangat mahal. “Dan banyak rakyat kita yang hidupnya sangat susah. Karena itulah kita harus waspada. Justru karena rakyat kita sedang susah mungkin saja ada kekuatan-kekuatan yang ingin mengatur bangsa kita, republik kita dengan cara-cara yang sudah kita mengerti semua,” tuturnya.

Ia mengatakan, bahwa bangsa ini pernah mengalami guncangan-guncangan besar. “Sebelum merdeka kita pernah dijajah bangsa lain. Kita dianggap hina. Kita dianggap lebih rendah dari anjing. Ini benar ini yang kita rasakan.

Ini yang saya sampaikan ke anak muda sekarang, jangan saudara mengira mendapatkan kemerdekaan ini dengan gampang. Kita tidak terima kemerdekaan ini sebagai hadiah. Kita tidak terima kemerdekaan ini dengan hasil lobi, tidak. Namun dengan keringat, darah dan air mata,” ujar Prabowo.

Capres bernomor urut 2 ini menegaskan, mental penjajah adalah mental kolonialis dan menganggap bangsa Indonesia adalah bangsa rendah. “Kita bangsa terlalu ramah. Kitab jual kelapa sawit ke Eropa mereka tutup. Tapi mereka jual Mercedes, BMW, Volkswagen, dia boleh jual produksi mereka ke Indonesia. Kita mau jual kelapa sawit nggak boleh.

Dan sekarang mereka akan mempersulit kita akan jual kopi, jual teh, jual coklat, jual karet mereka akan mempersulit. Kita mau jual pisang ke Tokyo nggak boleh. Tapi jalan kiita penuh dengan kendaraan mereka. Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Honda, Yamaha,” ungkap dia.

Masih di kesempatan yang sama Prabowo juga mengatakan, pernah ditanya Dubes Jepang kenapa Indonesia menghalangi ekspot barang-barang tertentu. “$aya katakan sekarang kita tidak mau barang-barang kita, sumber daya alam kita dijual murah sebagai bahan mentah.

Karena kita mau mengolah bahan-bahan itu untuk menjadi bahan produk-produk industri yang punya nilai tambah. Kita mau barang-barang itu diolah di Indonesia.

Kita ingin mencontoh anda (Jepang), kita ingin rakyat kita makmur. Kita tidak ingin rakyat kita menerima UMR terus. Kita ingin anak kita kerja yang baik di pabrik-pabrik,” tandasnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian