Menurut Lusia yang kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga ini, Yohanes Sason Helan adalah figur yang suoa sekali membantu orang.
“Bapak orangnya baik sekali, setiap kali kalau kita mengajukan pinjaman beliau tidak pernah marah, tidak pernah mempersulit untuk kami, sangat membantu kami anggota yang mau pinjam. Sehinga jika sebut namanya beliau, kami pasti langsung teringat berbagi kebaikannya,” ucapnya.
“Harapan saya suatu saat Bapak duduk di DPR RI jangan pernah melupakan NTT,” tutur Lusia.
Selain itu, John Sason Helan saat ditemui media mengatakan bahwa target pencapaian suaranya di Kota Kupang adalah 10 ribu.
“Untuk dukungan masyarakat hari ini saya sangat optimis dari kota Kupang itu kami target 10.000 dan itu kalau bisa dapat 11.000, 12.000 itu pemecah rekor, karena selama ini belum ada dapat sampai angka itu, jadi kita sudah punya target tiap daerah Kota maupun Kabupaten,” ungkap Sason Helan.

Ia juga mengatakan bahwa apa yang disampaikannya saat bertemu masyarakat adalah apa yang sudah kita kerjakan.
“Saya selalu mengatakan apa yang telah dilakukan, karena kita sudah bekerja, hanya melanjutkan pekerjaan, orang selalu katakan suara masyarakat adalah suara Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
“Saya juga selalu mengingatkan masyarakat untuk pilih orang-orang yang berfigur, jangan yang iming-iming memberikan uang atau sembako itu silahkan diterima, tetapi suaramu jangan sampai dibelanjakan dengan hal-hal seperti itu,” harap Sason Helan.
Dalam momen tersebut, pihak Panwascam yang hadir langsung untuk melakukan pengawasan menyampaikan keterangan.
“Jadi sebelum dari kegiatan ini kami memang sudah melakukan tindakan preventif atau pencegahan sesuai tugas dan fungsi kami, pada saat ini Caleg dan tuan rumah cukup komunikatif, mereka menerima dengan baik saran-saran yang kami berikan agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran di tempat saat ini yang dimana dihadiri sejumlah warga dari Keluarahan Sikumana, juga ada tadi dari pihak Kepolisian dan kami Bawaslu mengikuti dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan ini, ” ujar Fransiskus Xaverius Joka.*** (Mario)
