Liputan BERITA

Pelayanan RSD Pacitan Sering Dikeluhkan, Fenomena Migrasi Berobat Ke Luar Daerah Jamak Dijumpai. Begini Penegasan Management RSUD dr Darsono

Ditulis oleh Liputan68 pada 14 Mei 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- PR cukup rumit masih menjadi tugas lumayan berat bagi Bupati Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji dengan perangkat daerah yang ada.

Hal tersebut berkaitan dengan pelayanan di RSUD dr Darsono, yang sampai detik masih banyak dikeluhkan masyarakat.

Mulai personil rumah sakit yang kurang ramah, sampai pada penanganan pasien oleh petugas medis yang kadang membuat banyak masyarakat gamang.

Atau bahkan ada juga stigma terkait interaktif dokter atau perawat dengan pasien yang mungkin masih perlu dibenahi. Seperti misalnya perkataan yang kurang pas, sehingga memunculkan trauma bagi pasien untuk kembali datang berobat ke rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Berangkat dari persoalan pelayanan yang dirasa masih perlu banyak pembenahan tersebut, tak heran bila selama ini fenomena migrasi berobat keluar daerah yang dilakukan sejumlah warga masyarakat Pacitan, sejauh ini masih jamak ditemui.

Bukan hanya di rumah sakit kelas elite seperti halnya JIH, RS Indriati, Bhatesda dan lainnya. Namum di RS tipe D yang ada di kecamatan sekalipun, misalnya seperti RS Maguan Husada, yang ada di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, juga sering menjadi jujugan pasien asal Pacitan.

Meski hanya rumah sakit kecil, namun mereka tersugesti tinggi untuk bisa sembuh.

Alasan mereka sederhana, karena perihal pelayanan atau juga ada yang beralasan takut salah diagnosa ketika berobat di RSD yang ada di Pacitan.

Terkait pelayanan yang dikeluhkan seperti halnya tutur kata perawat yang kurang ramah, seakan menempatkan mereka layaknya raja.

Satpam yang terkesan killer atau mungkin juga dokter yang kadang membentak pasien dan hal-hal lain yang mungkin membuat mereka kurang nyaman. Sehingga bukannya kesembuhan yang didapat, namun menambah keparahan sakit yang dialaminya.

Berangkat dari beragam permasalahan terkait pelayanan tersebut, Kepala Tata Usaha RSUD dr Darsono Pacitan, Johan Tri Putranto menegaskan, kalau rumah sakit tempatnya bekerja, selalu siap berbenah setiap tahunnya.

Dari efforts yang dilakukan tersebut, sehingga jumlah rujukan dari tahun ke tahun semakin berkurang dengan perbaikan pelayanan, penambahan SDM, dan penambahan fasilitas layanan.

“Kami tidak memungkiri masih ada beberapa masyarakat yang memilih rujuk ke Faskes luar kota Pacitan,” ujar Johan melalui file narasi yang disampaikan kepada awak media, Selasa (14/5).

Mantan Kepala UPT Puskesmas Gondosari, Dinas Kesehatan Pacitan ini mengatakan, sebagai rumah sakit (RS) tipe C, RSUD Pacitan saat ini sudah memiliki peralatan canggih untuk melayani masyarakat supaya lebih cepat dan tepat.

Peralatan medis canggih dimaksud antara lain Ct Scan2, Laparoskopi, Bronkoskopi, Endoskopi, Phaco Mata, C.Arm, USG, Ventilator dewasa dan bayi, Echocardiogram, Treadmill, Defibrillator, Mesin Haemodialis dan Pneumotic Tube.

“Dalam melayani masyarakat kami (RSUD dr Darsono) juga memiliki 31 dokter Spesialis,” sebutnya.

Para dokter berkeahlian khusus tersebut yaitu Spesialis Bedah 2 dokter, Spesialis Anak 3 dokter, Spesialis Obsgin 2 dokter, Spesialis Interna 3 dokter, Spesialis Mata 3 dokter, Spesialis Jantung 1 dokter, Spesialis Paru 1 dokter, Spesialis Orthopedi 1 dokter, Spesialis THT 1 dokter, Spesialis Anestesi 1 dokter, Spesialis Saraf 1 dokter, Spesialis Jiwa/Psikiatri 1 orang, Spesialis Emergency 1 dokter, Spesialis Bedah Mulut 1 dokter, Spesialis Endodontist/Konservasi Gigi 1 dokter, Spesialis Penyakit Mulut 1 dokter, Spesialis Prostodonsia 1 dokter, Spesialis Patologi Anatomi 1 dokter, Spesilalis Patologi Klinik 2 dokter, Spesialis Radiologi 2 dokter, dan Spesialis Rehab Medik 1 dokter.

Masih menurut dokter yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua IDI Pacitan ini, untuk pemenuhan Dokter Spesialis ke depan, yang saat ini masih dalam proses belajar PPDS, seperti halnya, Urologi, saraf, rehab medik, dan jantung.

“RSUD dr Darsono total memiliki jumlah SDM yang sangat banyak 573 orang dengan berbagai karakter. Sehingga jika masih perlu penekanan dan sosialisasi terus menerus tentang 5 S ( Senyum Sapa Salam Sopan dan Santun) kepada semua karyawan.

Dalam kondisi apapun dengan jumlah pasien yang banyak dan harus di tuntut memberikan pelayanan prima, kami harus bisa menerapkan 5S tersebut walaupun lelah secara fisik dan mental,” jelasnya.

Sementara itu, sambung Johan, jika masih di temukan petugas yang belum menerapkan 5 S, bisa di informasikan lewat pengaduan.

“Sehingga dari pihak manajemen bisa melakukan tindakan lebih lanjut dengan menegur, membina ataupun memberikan sanksi tegas pada petugas tersebut.

RSUD dr Darsono sebaga Rumah Sakit pemerintah satu-satunya di Pacitan memberikan pelayanan kepada masyarakat, sangat melarang adanya pungli ataupun vulus yang tidak sesuai ketentuan peraturan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Guna mencapai Visi RSUD dr Darsono Kabupaten Pacitan, yaitu masyarakat Pacitan sejahtera dan bahagia, kami siap menerima kritikan dan saran yang membangun. Terimakasih,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian