Seniman Gondrong Gunarto: “Gamelan Itu Keren”. Salam Dari Pak SBY Untuk Masyarakat Pacitan
Pacitan,Liputan 68.com- Gondrong Gunarto, rupanya bukan seniman kaleng-kaleng. Calon doktor seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini ternyata, sudah melanglang buana ke seantero dunia, untuk mempelajari seni gamelan yang pernah terstigmakan sebagai seni ndeso dan nyaris terabaikan seiring penetrasi musik kontemporer.
Maka tak salah, jika seniman kelahiran Kabupaten Ngawi ini mendapatkan mandat dari Kemendikbud dan Ristek untuk menggelar konser akbar di bumi kelahiran Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu di Pacitan.
Saat sesi jumpa pers dengan puluhan media, Gondrong Gunarto singkat cerita sangat memberi apresiasi kepada Bupati Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji. “Mas Aji orangnya tetap nyantai, meskipun saat ini beliau sudah menjadi bupati. Nggak ada bedanya, tetap santai beliaunya. Itu yang menjadi pintu awal orkestra Selendhang Biru Tak Pernah Usai bisa digelar di Pacitan,” kata seniman berambut gondrong ini dihadapan puluhan media, Rabu (19/6).
Secara blak-blakan putra dari seorang dalang asal Ngawi ini mengaku tak asing dengan bumi Pacitan. Mengingat sejak kisaran tahun 1990’an ia sudah sering kali datang ke kota yang dikenal dengan julukan Paradise of Java, untuk sekedar berwisata.
“Saya ini anak seorang dalang ndeso di Ngawi. Dari situlah saya belajar tentang kesenian dan memadukan dengan orkestra era kekinian. Bagi saya, gamelan itu keren,” ujarnya.
Mengawali debutnya mempelajari seni gamelan, sekitar Tahun 1999 ia pernah studi ke Jepang. Dan sungguh diluar yang ia sangka, ternyata di negeri samurai itu, kalau gamelan ternyata sangat dihormati. “Saat ke Jepang, saya jadi tau, kalau gamelan sangat dihormati. Baik dalam penyambutan dan juga punya nilai ekonomi. Mungkin diluar Indonesia, gamelan sangat dikagumi dan dihormati,” cerita Gunarto.
Sejak saat itulah ia mulai concern sinau tentang gamelan. Bahkan ia pun bergantung hidup dengan menekuni kesenian gamelan. “Saya makan, menyekolahkan anak, beli rumah, semua dari gamelan. Jujur saya menjual Gamelan agar bisa mencukupi hidup.
Bagaimanapun gamelan bisa dihadirkan disuguhkan untuk khalayak ramai. Gamelan itu kuno, tapi bagaimana kita bisa maramunya untuk mendapatkan tempat,” tutur dia.
Oleh sebab itu berkaitan dengan konser akbar Selendhang Biru yang oleh Kemendikbud diusulkan dihelat pada Kamis (20-06-2024) besok, di Musem dan Galeri Seni SBY-Ani, Bupati Aji sangat senang dan menyambut dengan tangan terbuka.
“Kemendikbud sangat mensupport, karena kita ini sangat serius. Coba besok anda saksikan sendiri, bagaimana tata panggung kami, lighting, dan juga sound sistem yang kami hadirkan,” jelasnya.
Lantas apa hubungannya dengan tajuk Selendhang Biru? Menurut Gondrong Gunarto, Selendhang Biru meupakan salah satu judul lagu karya cipta Ki Narto Sabdo yang sempat populer di eranya.
Lagu ini banyak bercerita tentang kisah cinta terlarang antara sang dalang dengan pesindennya. “Ini sebagai bentuk karya yang menceritakan, saat si pencipta lagu sempat tergoda dengan muridnya yang cantik. Meski terjadi kesepakatan, namun akhirnya diingkari.
Singkat kata, lagu Selendhang Biru berkisah tentang seniman besar jatuh cinta pada sindennya namun diingkari. Di sisi lain dibalik kepopulerannya, ia juga banyak dihujat habis, oleh rekan seniman lainnya karena dianggap merusak pakem.
Disinilah kami hadir untuk menghormati gamelan dengan cara mengembangkannya. Kami siap di kirtik. Orang gak mau dikritik itu orang sombong sedunia,” ceritanya.
Sebelum menutup pernyataannya, Gunarto juga menegaskan, kalau Pacitan itu merupakan rumah kedua baginya. “Pacitan ini rumah saya kedua. Dan saya memang sejak lama ada kedekatan emosional dengan Mas Aji. Mas Aji itu orangnya santai sekali,” pujinya.
Sementara itu humas Galeri dan Museum SBY-Ani, Nabila Amalina menambahkan, konser orkestra Selendhang Biru merupakan semangat dan selaras dengan visi-misi museum untuk mendukung kegiatan positif.
“Ini pagelaran budaya yang luar biasa dan spektakuler. Dan sebuah kehormatan bagi kami. Orkestra Selendhang Biru, merupakan pemantik generasi muda untuk berkarya dengan budaya Jawa dan budaya yang kita punya. Juga momen untuk pariwisata, untuk bisa berkolaborasi dengan pemda dan museum. Salam dari Pak SBY,” ujarnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan