Dalam program proyek jalan multiyears Rp 2,7 triliun, Asahan kebagian sekitar 17,6 km.
“Inilah dikerjakan, dengan multiyears atau tahun jamak Rp2,7 triliun. Siapa mendukung saya mengerjakan jalan ini, yakni PDIP. Yang penting Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting (pada zaman itu) menandatangani itu,” ujar Edy Rahmayadi.
Dikatakannya dari panjang jalan itu, hanya 7,6 km saja yang terbangun. Sementara sisanya 10 km lagi, belum tersentuh akibat proyek dimaksud dihentikan penjabat gubernur pengganti dirinya.
“Kalau enggak dihentikan Edy karpet merah jadi gubernur. Kenapa belum selesai? Karena, masa jabatan sudah selesai. Saya selesai di tanggal 5 September 2023. Saya menjabat jadi gubernur Sumut, saya ditinggalkan hutang R 2 triliun lebih. Kata guru ngaji saya itu, duluan bayar hutang. Besok-besok mati, kita tidak boleh meninggalkan hutang,” ungkap Edy.
Ia pun berjanji kalau kembali terpilih jadi gubernur Sumut bersama calon wakilnya, Hasan Basri Sagala, akan melanjutkan pembangunan jalan rusak di Asahan. Selain infrastruktur, Edy Rahmayadi juga menegaskan komitmennya untuk pembangunan Asahan lewat pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata. Di kesehatan misalnya, diprogramkan meningkatkan fasilitas kesehatan yang baik hingga berobat gratis kepada masyarakat, di antaranya memprogramkan pemerataan dokter hingga ke pelosok daerah. Kemudian untuk sektor pertanian, termasuk perkebunan dan peternakan, akan disiapkan program yang mendorong kesejahteraan petani di Sumut dan menjaga kestabilan harga pupuk hingga produksi. (*)

