Dalam konteks ini, lanjut Yosep, “DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Pak Bahlil Lahadalia diharapkan mampu menerapkan peraturan organisasi dengan konsisten. Ini termasuk memberikan sanksi kepada kader yang tidak mematuhi keputusan partai atau terindikasi memiliki loyalitas ganda. Dengan penerapan disiplin yang tegas, partai dapat memastikan bahwa seluruh anggota bekerja dengan tujuan yang sama dan memperkuat posisi Partai Golkar dalam menghadapi kompetisi politik yang semakin ketat”, lanjut dia.
Mewakili suara kader muda yang ada di Provinsi Lampung, Yosep berharap bahwa pakta integritas dukungan kepada Arinal Djunaidi untuk dicabut, sebab upaya itu dapat menjadi langkah penting untuk memastikan dukungan maksimal Partai Golkar dalam Pilgub Lampung 2024.
“Dengan adanya keputusan DPP Partai Golkar yang memberhentikan Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD I Golkar Lampung dan menunjuk Pak Adies Kadir sebagai Plt, mencabut pakta integritas tersebut akan menyelaraskan kembali arah dukungan dan komitmen kader.
Langkah ini juga dapat menghilangkan potensi dualisme dan memastikan bahwa seluruh kader mendukung penuh Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela sebagai pasangan calon yang diusung. Dengan begitu, Partai Golkar dapat lebih solid dan terfokus dalam memenangkan Pilgub Lampung, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kader-kader yang konsisten dengan arah dan keputusan partai”, pungkas Yosep yang juga sosok putra daerah Lampung asal Kabupaten Pesisir Barat. /Liputan68-aj
Red
