Pekerja Lapangan Merdeka Medan Mulai Bersuara, Pemborong Proyek Tolak Berikan Penjelasan

Vincent Desranta, pemborong proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan. IST

Dugaan Intimidasi dan Kekerasan
Tak hanya soal upah yang belum dibayar, Vincent Desranta juga dituding melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan terhadap para pekerja. Ia disebut memiliki banyak ajudan dari unsur aparat yang diduga digunakan untuk mengintimidasi karyawan.

“Di Medan saja dia punya delapan ajudan dari aparat, belum lagi di Batam dan Jakarta. Kalau ada pekerja yang tidak patuh, mereka dicari-cari kesalahannya,” ungkap sumber.

Bahkan, ada laporan bahwa seorang pekerja di bagian operasional pernah mengalami pemukulan oleh ajudan Vincent. Beberapa pekerja juga dikabarkan menerima ancaman akan dipenjarakan dengan surat pemeriksaan yang diduga direkayasa.

“Dia pernah mendatangkan satu kompi pasukan dari Kodam hanya untuk mengusir pekerja yang dianggapnya bermasalah. Gila betul! Tidak ada perikemanusiaan sama sekali,” ujar sumber bernada geram.

Belum Menerima
Meski masalah ini sudah berlangsung lama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Medan, Illyan Chandra Simbolon, mengaku hingga kini belum menerima laporan resmi dari para pekerja yang merasa dirugikan.

“Belum ada laporan yang masuk ke kami soal ini. Jika ada pekerja yang merasa haknya tidak dipenuhi, kami sarankan untuk membuat pengaduan resmi agar bisa kami tindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/3).

Sumber yang menjadi korban menyebut bahwa mereka sudah melaporkan kasus ini ke Disnaker Medan, tetapi belum mendapatkan respon sesuai harapan.

“Kami sudah melapor, tapi tidak ada tindakan. Total pekerja di bagian kami hampir dua puluh orang, dan semua mengalami hal yang sama. Dia menggaji karyawan tanpa menggunakan rekening perusahaan, mungkin untuk menghindari pajak,” pungkas sumber.

Vincent Desranta saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau perihal tudingan yang dialamatkan kepadanya sudah ia sampaikan sebelumnya. Namun secara detail, ia tidak mengungkap ke pihak mana menyampaikan hal tersebut.

“Sudah saya sampaikan kemarin, nanti coba abang WA saja supaya saya teruskan. Mohon izin, bang, kebetulan ini saya lagi rapat nanti kita komunikasi lagi ya,” ujar dia sembari memutus sambungan telepon WhatsApp, Kamis (13/3). “Ntar dihubungi ya,” sambung Vincent lewat chat WA. Coba dihubungi kembali lewat telepon WA dua kali, Vincent tidak bersedia merespon lagi. Begitupun soal penjelasannya terkait masalah yang ia janjikan akan diteruskan ke wartawan, tak kunjung ada setelah ditunggu hingga malam hari.

Peresmian revitalisasi LMM sebagaimana diketahui dilaksanakan Bobby Nasution satu hari jelang pelantikannya sebagai Gubernur Sumut di Istana Merdeka Jakarta, 19 Februari 2025. Usai diresmikan dan fasilitas joging trek sempat dinikmati warga sekira hampir satu minggu, kondisi LMM justru sudah ditutup untuk umum. Tampak dipasang pembatas area di sekeliling kawasan LMM dan para pekerja masih terlihat melakukan pembangunan di sana. (*)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *