PJU Byar Pet dan Banyak Yang Mati, Jalur Pacitan-Ponorogo Semakin Gulita
Pacitan,Liputan 68.com- Jalur Pacitan-Ponorogo, selain banyak ditemui kelokan dan tanjakan tajam, belakangan kondisi penerangan jalan banyak dikeluhkan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Hal itu dikarenakan, banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi dengan baik.
Bahkan mayoritas banyak yang mati. Utamanya di kawasan Kecamatan Arjosari hingga Tegalombo atau sampai di wilayah perbatasan.
Mugi, salah seorang warga masyarakat yang sering melakukan perjalanan dari Pacitan menuju Surabaya via Ponorogo, menginformasikan, sudah sekian waktu ini, banyak bolam PJU utamanya di kawasan Desa Gemaharjo sampai ke wilayah Arjosari yang byar pet dan tak sedikit pula yang mati.
Meski, sambung dia, juga ada beberapa unit PJU yang masih menyala sekalipun tidak begitu terang. “Kalau ada yang menyala dengan baik, setahu saya itu yang sudah diganti dengan tenaga listrik. Tapi yang teknologi solar cell, mayoritas ngadat nggak bisa nyala,” katanya, Selasa (18/3/2025).
Dia berharap, mengingat lalu-lintas di jalur Pacitan-Ponorogo kian hari kian meningkat, pihak terkait sesegera mungkin turun lapangan, untuk melakukan perbaikan atau mengganti unit-unit PJU yang mengalami kendala tersebut.
Terlebih, tak lama lagi puncak arus mudik pada lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah akan berlangsung.
“Kalau malam, jalanan sangat gelap. Belum lagi kalau hujan lebat, jalanan nyaris tidak terlihat. Ya semoga segera ada perbaikan untuk keselamatan kita bersama,” harapnya.
Sementara itu, ditempat terpisah Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan, Dinas PU Binamarga, Provinsi Jatim, Budi Harisantoso, mengatakan, berkaitan dengan adanya keluhan masyarakat soal PJU yang banyak tidak berfungsi, pihaknya akan menindaklanjuti ke perangkat daerah yang membidangi.
Menurut Budi, berkaitan dengan PJU, itu kewenangan Dinas Perhubungan. “Sebagai pemangku wilayah, akan kami jembatani untuk berkomunikasi terkait keluhan warga masyarakat tersebut, sekalipun itu diluar kewenangan.

Informasi ini secepatnya, akan kami tindaklanjuti ke Dinas Perhubungan Provinsi Jatim,” tutur Budi Hari saat dikonfirmasi diruang kerjanya.
Menurut Budi, sejatinya tahun lalu Dinas Perhubungan sudah turun lapangan untuk melakukan maintenance dan pengadaan PJU sebanyak 40 unit. “Pastinya nanti setelah informasi ini kami sampaikan ke sana (Dinas Perhubungan),” tegasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan