MEDAN — LIPUTAN68.COM — Alexander Sinulingga disebut meninggalkan noda hitam selama menjabat Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan. Kini ia justru mendapat promosi jabatan dari Gubernur Bobby Nasution, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara.
Noda hitam tersebut antara lain, lantaran belum rampungnya 100 persen pekerjaan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan (LMM), meski sudah diresmikan pada 19 Februari lalu. Pembangunan tersebut memakai skema anggaran tahun jamak (multiyears) dan ditarget selesai pada Juni 2025 ini.
Selain pengerjaan yang belum rampung, revitalisasi LMM juga menyisakan banyak problematika. Seperti upah pekerja yang belum dibayarkan pihak subkontraktor untuk pembangunan eskalator, lift, dan air conditioner (AC). Kondisi ini tentu menjadi beban moral bagi Alexander Sinulingga, Gubsu Bobby bahkan Wali Kota Medan yang baru, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Praktisi teknik sipil, Ir Mangunsadi, ikut bersuara melihat kondisi tersebut. Apalagi kata dia, LMM memiliki tonggak sejarah panjang terhadap peradaban ibu Pertiwi di wilayah Sumatera.
“Wajar ketika publik menilai ada noda hitam yang telah ditinggalkan pejabat sebelumnya (Alexander Sinulingga) terhadap kondisi Lapangan Merdeka Medan hingga hari ini. Lalu dia dipromosikan pula sebagai kepala Dinas Pendidikan Sumut, walau sebenarnya secara disiplin ilmu dan basic pengalaman, tidak the right man and the right place,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (9/4/2025).
Ia juga menyangsikan kinerja Alexander Sinulingga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumut ke depan. Selain akan dibayangi masalah dan beban masa lalu, juga dalam mengamankan kebijakan nasional pemerintah pusat sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini yang kita ketahui bahwa Pak Prabowo sangat gencar untuk merealisasikan janjinya tentang Program Makan Bergizi Gratis. Apakah saudara Alex akan mampu mengamankan kebijakan tersebut di Sumut nantinya? Ini yang patut kita tunggu. Namun jika bukan orang yang ahli sains mengemban amanah jabatan itu, tentu tantangan yang dihadapinya tentu ini bukanlah pekerjaan mudah baginya,” tegas arsitektur yang pernah merancang dan mengawasi mega proyek kawasan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung ini.
