Liputan BERITA

Politikus Tiga Rezim Di Pacitan, Mbah Rudi O Diisukan Berancang- Ancang Hijrah Ke Demokrat? Sering Kenakan Kemeja Warna Biru, Dan Sampaikan Simbol Jari Telunjuk Dengan Ibu Jari Melingkar Bergambar Huruf O

Ditulis oleh Liputan68 pada 10 April 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com- Partai Demokrat Pacitan, diprediksi bakal mendapat “energi politik” baru saat pertarungan perebutan kursi legislatif pada pemilu 2029 kelak.

Maka tak heran, jika partai yang kelahirannya di bidani Presiden ke-enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, punya peluang besar untuk kembali menjadi pemenang pemilu di Kabupaten Pacitan, yang selama hampir dua dekade lebih itu pernah diraihnya.

Sinyal akan adanya energi politik baru tersebut terpancar dari salah seorang politikus Partai Hanura.

Selama dua periode ini, ia berhasil terpilih sebagai anggota parlemen di Pacitan. Dia adalah Rudi Hartoyo atau lebih populis dengan panggilan Mbah Rudi O.

Rudi yang oleh media dijuluki sebagai Politikus Tiga Rezim ini, sudah berulang kali kepergok wartawan, baik di acara formal maupun agenda nyantai, kerap mengenakan kemeja warna dasar biru yang tak lain adalah icon ekslusif dari parpol pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.

Sontak, tingkah legislator berbasis daerah pemilihan Kecamatan Pacitan-Pringkuku itu, banyak menyedot perhatian khalayak.

Tak sedikit yang berspekulasi, kalau Mbah Rudi O, disinyalir akan melakukan manuver politik, bergabung dengan Partai Demokrat di Pileg 2029 kelak.

Kalaupun sinyalemen itu terjadi, memang bukanlah hal yang ganjil. Seperti sejawatnya, Bagus Surya Pratikna.

Semula, Bagus yang tak lain adalah adik kandung dari Asisten Administrati Pemerintahan dan Kesra, Sekkab Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, adalah anggota DPRD berbasikan Partai Hanura.

Namun, di Pileg 2024 lalu, ia berhijrah ke Demokrat dan kembali terpilih sebagai anggota legislatif masa bhakti 2024-2029 dari daerah pemilihan Kecamatan Nawangan-Bandar.

Sebagai pendatang baru di blantika perpolitikan tanah air pada Pileg 2004 silam, Mbah Rudi O, sejatinya sudah ikut berkiprah di dunia politik praktis, meski hanya sebagai aktor dibalik layar terhadap Demokrat.

Ia punya andil besar sebagai pengumpul suara (vote getter), hingga kala itu, Partai Demokrat berhasil mencuri 9 kursi parlemen di kampung halaman Presiden SBY.

Belum lagi silsilah leluhurnya yang memang punya kedekatan dengan sejumlah tokoh pendiri Demokrat. Sebut saja seperti almarhum Mbah Maijo dari Kecamatan Ngadirojo, yang merupakan kakek dari Mbah Rudi O.

Mbah Maijo dikabarkan punya kedekatan dengan almarhum R. Soekotjo, yang tak lain adalah ayahanda dari sang pendiri Demokrat, yaitu SBY.

Berangkat dari sekilas perjalanan politiknya tersebut, mungkin tak heran jika politikus tiga rezim itu disinyalir akan bergabung di gerbong Partai Demokrat dan berjuang bersama, mendongkrak perolehan kursi parlemen.

Saat dikonfirmasi beriringan dengan kasak-kusuk politik yang belakangan terus menggelinding, Mbah Rudi O, membalas dengan senyum tipis lantas memberi isyarat ujung jari telunjuk disatukan dengan ujung ibu jari yang menggambarkan simbol huruf “O”.

“Ko ngendi olehmu kabar kui mau (dari mana dapat kabar seperti itu),” ujar Mbah Rudi, yang saat itu tampak mengenakan baju batik berwarna biru muda, sambil terkekeh, Kamis (10/4/2025).

Ia juga terkesan sangat berhati-hati menyampaikan pernyataan ke publik. Padahal, Mbah Rudi O, selama ini lebih dikenal sebagai figur yang humble dan humoris.

Kepada wartawan, ia sempat mengatakan, kalau berpolitik itu lebih didasarkan pada hati nurani. Pun soal pilihan partai, juga tak lepas dari suara hati terdalam.

“Kalaupun tetap di Hanura itu juga suara hati, misalnya pindah ke Demokrat, juga bagian dari seruan hati yang paling dalam. Kita tunggu saja nanti, Gusti Allah yang akan menyampaikan isyaroh melalui suara hati,” tuturnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian