NTT, Liputan68.com- Sejumlah pemuda dari Dusun Tolaran, Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, menunjukkan aksi nyata menyelamatkan pertanian desa mereka.
Dalam semangat gotong royong yang mulai jarang ditemui, mereka bahu-membahu membersihkan dan memperbaiki saluran tersier yang vital bagi kelangsungan aliran air ke sawah-sawah warga.
Dipimpin langsung oleh koordinator lapangan Robby Seran, kegiatan ini tak hanya jadi rutinitas fisik, tetapi juga simbol kepedulian terhadap keberlanjutan pertanian desa.
Mereka menggali endapan sedimen yang menghambat aliran air, demi memastikan distribusi air yang merata ke lahan pertanian menjelang musim tanam.
Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrikus Seran Nahak, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah desa, para petani, dan pemuda.
“Saluran yang bersih berarti panen yang lebih baik. Ini langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan desa kami,” ujarnya, (27/6/2026).
Para pemuda yang terlibat, antara lain Ebet Lau, Fandy Rayon, Ryan Manek, Rido Moruk, Jefry Hall, Barto Colo, Jun Moruk, Arys Manek, dan Riky Mali menjadi motor penggerak kegiatan ini.
Tidak hanya membersihkan saluran, mereka juga menyuntikkan semangat baru ke dalam nilai-nilai gotong royong yang mulai memudar di banyak tempat.
Lebih dari Sekadar Pembersihan
Selain manfaat teknis berupa kelancaran aliran air ke sawah, kegiatan ini juga membawa dampak sosial.
Silaturahmi antarwarga semakin erat, rasa kepemilikan terhadap pembangunan desa tumbuh, dan generasi muda mulai menyadari peran penting mereka dalam menjaga warisan leluhur.
Kegiatan yang berlangsung di persawahan Lakekun Barat ini membuktikan bahwa pembangunan desa tak harus menunggu proyek besar.
Dengan semangat kolektif dan kerja nyata, pemuda desa bisa menjadi ujung tombak perubahan. *** (Eky Luan)








