NTT, Liputan68.com- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT tengah berpacu dengan waktu demi memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.
Usai rapat bersama Komisi IV DPRD NTT, Kepala Dinas ESDM, Rosye Maria Hedwine, membeberkan strategi dan tantangan yang dihadapi dinasnya dalam meningkatkan kontribusi sektor energi dan pertambangan terhadap kas daerah.
“Kami mendorong penuh kebijakan Bapak Gubernur untuk meningkatkan PAD. Kami sedang mengidentifikasi objek-objek retribusi baru yang bisa dikembangkan,” tegas Rosye, (31/7/2025).
Salah satu langkah konkret adalah optimalisasi aset milik Dinas ESDM seperti alat bor, alat pengukur kedalaman air tanah, hingga genset, yang akan disewakan kepada publik.
Namun, Rosye mengakui bahwa masih ada kendala regulasi, terutama terkait alat berat.
“Untuk alat berat, perlu ada perubahan Perda retribusi dan pajak. Saat ini kami sedang menunggu koordinasi dengan Dispenda karena kewenangannya ada di sana,” jelasnya.
Di sektor pertambangan, Dinas ESDM juga tengah mendorong penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) baru.
Rosye menjelaskan bahwa usulan WPR berasal dari kabupaten, diajukan ke Pemerintah Provinsi, dan kemudian diteruskan ke Kementerian ESDM. Jika disetujui, WPR ini bisa menjadi sumber iuran baru yang dikelola dinas.
“Begitu izin pertambangannya keluar, kita punya objek untuk menarik iuran dari aktivitas pertambangan rakyat yang sah,” tambahnya.
Tak hanya soal retribusi, Dinas ESDM juga menjalankan program elektrifikasi untuk wilayah yang masih tertinggal.
Tahun ini, sebanyak 762 unit meteran listrik gratis dengan daya 450 VA akan dipasang di enam kabupaten dengan rasio elektrifikasi di bawah 90 persen, yakni TTS, Sabu Raijua, Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, Ende, dan Alor.
Dijelaskan Rosye, program ini merupakan bagian dari realisasi janji politik “Dasa Cita” Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang menargetkan peningkatan akses listrik di daerah terluar dan tertinggal.
Meski bergerak agresif, sejumlah agenda ESDM NTT bergantung pada regulasi yang belum diperbarui.***
