NTT, Liputan68.com– Di tengah hiruk pikuk Pameran Pembangunan dan Kirab Budaya “NTT BaGaYa” 2025, satu barisan seragam cokelat terus berjaga tanpa henti.
Mereka adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bertugas sebagai penjaga ketertiban dan keamanan, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib.
Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari realisasi komitmen Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma untuk menghadirkan NTT yang aman, maju, dan produktif.
Perayaan ini bukan sekadar pesta budaya. Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, acara ini menjadi simbol transformasi NTT: budaya yang menggerakkan ekonomi, pameran yang membuka peluang usaha baru, dan keamanan yang dijaga dengan penuh kedisiplinan.
Kepala Satpol PP Provinsi NTT, Drs. Yohan A. Bunmo Loban, M.Si menjelaskan, “Kami bertanggung jawab menjaga titik start dan finish Kirab Budaya BaGaYa tahun ini. Sebanyak 20 personel kami siagakan di setiap titik. Hasilnya, acara berlangsung tertib dan aman.”
Budaya Digelorakan, Ekonomi Digairahkan
Kirab Budaya tahun 2025 diikuti 80 kelompok peserta dari berbagai instansi, sekolah hingga kelompok etnis.
Tak hanya meriah, kegiatan ini menggairahkan ekonomi kreatif. Penyewaan pakaian adat meningkat, pedagang kaki lima ramai pembeli, transportasi lokal bergerak.
Rantai ekonomi ini adalah buah dari kebijakan Gubernur Laka Lena dan Wakil Gubernur Asadoma yang menempatkan budaya sebagai lokomotif pembangunan.
Pameran Pembangunan yang berlangsung selama 10 hari, dari 11–20 Agustus 2025, menjadi ajang promosi produk-produk lokal.
Sebanyak 225 stand menampilkan UMKM, inovasi sektor publik, hingga kuliner tradisional. Event ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus bukti bahwa arah pembangunan NTT kini makin jelas: bertumpu pada potensi daerah sendiri, dengan dukungan keamanan dan ketertiban yang prima.

Satpol PP Berjaga 24 Jam: Senyap Tapi Vital
Tidak hanya mengamankan Kirab Budaya, Satpol PP NTT juga berperan aktif di arena pameran sekitar Hotel Harper.
Sebanyak 20 personel diturunkan setiap malam, berpatroli hingga dini hari. Mereka bergantian menjaga suasana agar tetap terkendali.
“Kami siap bantu polisi dan dinas perhubungan kalau ada kendala. Intinya, ketertiban menjadi tanggung jawab kami agar masyarakat merasa aman,” ujar Yohan (15/8/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTT dalam rangka menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berkat koordinasi berbagai pihak serta dukungan penuh Gubernur dan Wakil Gubernur, acara tidak hanya sukses, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Dari balik panggung, Satpol PP berdiri sebagai pilar ketenangan. Mereka hadir sebagai bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal rasa aman.***
