“Kami ingin melahirkan asesor yang benar-benar kompeten di bidang energi baru terbarukan. Semua yang kami lakukan berorientasi pada kebutuhan peserta didik,” tegas Hebner.
Sementara itu, Ketua Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, Serci A. Neolaka, S.Pd., M.Eng., menambahkan bahwa kegiatan penyelarasan kurikulum dengan industri merupakan langkah nyata untuk mewujudkan konsep link and match antara sekolah dan dunia kerja.
“Selama ini SMK dan industri berjalan sendiri-sendiri. Dengan penyelarasan ini, kami memastikan lulusan SMK siap bekerja sesuai kebutuhan industri,” kata Serci.
“Beberapa materi akan diajarkan langsung oleh praktisi industri melalui program guru tamu dan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).”
Pada Rabu, 12 November 2025, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran langsung oleh praktisi industri dari PT Protel Multi Energy yang mengajar tentang teknik energi hidro kepada siswa kelas XI.

Kegiatan ini diakhiri dengan praktik pengukuran debit dan tinggi jatuh air untuk perencanaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
“Kehadiran guru tamu dari industri membawa pengetahuan yang up to date sekaligus menumbuhkan motivasi belajar bagi siswa,” tutup Hebner.
Melalui program ini, SMK Negeri 5 Kupang menegaskan komitmennya menjadi pelopor pendidikan vokasi di NTT yang relevan dengan perkembangan teknologi energi terbarukan dan kebutuhan industri masa depan.***
