Pacitan,Liputan 68.com-Wacana pengembalian Pilkada melalui mekanisme keterwakilan kembali mengemuka dan memantik perbincangan serius di ruang publik. Di tengah derasnya narasi soal mahalnya ongkos politik, Ketua DPD Partai Golkar Pacitan, Lancur Susanto, menyuarakan pandangan yang lebih mendasar dan reflektif.
Menurut Lancur, Pilkada tidak semestinya disederhanakan hanya sebagai persoalan biaya yang membebani anggaran maupun peserta kontestasi. Ia mengakui bahwa realitas politik elektoral memang menuntut ongkos besar, namun fokus utama seharusnya diarahkan pada kualitas sistem demokrasi yang dijalankan.
“Persoalannya bukan semata mahal atau tidak. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana demokrasi itu berjalan secara efektif, rasional, dan benar-benar menghasilkan pemimpin yang bekerja untuk rakyat,” ujar Lancur, yang juga Wakil Ketua DPRD Pacitan ini, Selasa (20/1/2026).
Ia menilai, perdebatan mengenai mekanisme Pilkada, apakah langsung atau melalui DPRD, harus ditempatkan dalam bingkai tata kelola demokrasi yang lebih matang. Demokrasi, kata dia, tidak cukup diukur dari prosedur pemilihan semata, tetapi dari kemampuan sistem tersebut melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.








