Menjaga Tauhid, Merawat Budaya: KH Mahmud Tegaskan Pusaka Bukan Kesyirikan

Pacitan,Liputan 68.com-Di tengah perdebatan antara tradisi dan keyakinan agama, tokoh spiritual Pacitan, KH Mahmud, menegaskan bahwa pemaknaan terhadap benda pusaka tidak serta-merta bertentangan dengan ajaran tauhid. Selama keyakinan tersebut tidak mengarah pada penyekutuan Allah SWT, budaya dan agama justru dapat berjalan beriringan.

Menurut KH Mahmud, kepercayaan akan adanya kekuatan magis pada benda pusaka sejatinya harus dipahami sebagai bagian dari kekuasaan Allah SWT semata, bukan kekuatan yang berdiri sendiri. Dengan pemahaman yang benar, pusaka hanya menjadi wasilah atau perantara, sementara sumber kekuatan hakiki tetap berasal dari Sang Pencipta. Hal ini salah satunya bisa di lihat dalam tarikh ketika Allah SWT menganugerahi mu’jizat kepada Nabi Musa AS berupa tongkat untuk melawan kedzolimannya Fir’aun.

“Tidak ada larangan bagi umat Muslim untuk meyakini adanya keistimewaan pada benda pusaka, selama keyakinan itu tidak menggeser posisi Allah SWT sebagai satu-satunya pemilik kekuasaan,” ujar KH Mahmud usai menghadiri pembukaan Gelar Budaya Luwung, Majang Keris, dan Majang Akik dalam rangka Hari Jadi Pacitan ke-281, Rabu (4/2/2026), di Gedung Perpustakaan Pacitan.

Ia menilai, pemahaman yang keliru sering muncul ketika budaya diposisikan berhadap-hadapan dengan agama. Padahal, budaya merupakan hasil kearifan lokal yang sarat nilai sejarah, etika, dan identitas, sementara agama hadir sebagai pedoman utama kehidupan yang berlandaskan Al-Qur’an dan fikih.

KH Mahmud mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada sikap ekstrem, baik yang menuhankan benda pusaka maupun yang menafikan seluruh tradisi leluhur. Menurutnya, Islam tidak menolak budaya selama tidak bertentangan dengan prinsip akidah dan syariat.

“Agama memberikan rambu-rambu, budaya memberi warna. Ketika keduanya dipahami secara proporsional, justru akan melahirkan peradaban yang berakar kuat dan berakhlak,” tutur KH. Mahmud yang juga menjabat sebagai Inspektur, Inspektorat Pacitan ini.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *