Di BPR Sari Dinarkencana Kupang, DPD RI Hilda Manafe Perkuat Peran Bank Rakyat dalam P2SK
NTT, Liputan68.com- Di jantung Kota Kupang, sebuah lembaga keuangan yang telah berusia lebih dari tiga dekade terus menegaskan eksistensinya.
BPR Sari Dinarkencana bukan sekadar bank, tetapi bagian dari denyut ekonomi rakyat Nusa Tenggara Timur.
Komitmen itu kembali mendapat perhatian ketika Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Nusa Tenggara Timur, Hilda Manafe, melakukan kunjungan kerja ke BPR Sari Dinarkencana Kupang.
Pertemuan tersebut membahas implementasi Undang-Undang Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), khususnya menyangkut penguatan posisi dan peran strategis Bank Perekonomian Rakyat dalam sistem keuangan nasional.
Direktur Bisnis BPR Sari Dinarkencana, Meiners Y. Feoh, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting agar BPR mendapat ruang representasi yang adil dan proporsional dalam proses pengawasan dan evaluasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kunjungan ini terkait pembahasan implementasi P2SK. Harapannya, BPR dapat terwakili secara proporsional dalam proses pengawasan dan evaluasi,” ujar Meiners, menegaskan pentingnya keadilan regulasi bagi bank-bank yang tumbuh dari dan untuk rakyat, (9/3/2026).
Ia menjelaskan, selama ini aspirasi BPR disampaikan melalui Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) sebagai asosiasi yang menaungi BPR di seluruh Indonesia. Namun, ruang dialog yang lebih luas tetap dibutuhkan agar suara BPR semakin terdengar dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional.
“Jika ada hal-hal yang dapat difasilitasi oleh anggota DPD, tentu bisa diteruskan kepada para pengambil keputusan di pusat. Intinya, kita ingin bersama-sama membangun BPR menjadi bank yang baik dan terus bertumbuh,” tutupnya, penuh harap.
Sebagai BPR tertua di NTT, yang didirikan pada 24 Oktober 1990, BPR Sari Dinarkencana tercatat sebagai BPR pertama di Kota Kupang.
Dalam perjalanan panjangnya, bank ini tetap berdiri kokoh di tengah kompetisi perbankan yang semakin ketat dan maraknya lembaga keuangan lainnya.
Konsistensi pelayanan kepada UMKM, pedagang kecil, dan masyarakat akar rumput menjadi fondasi yang membuatnya tetap dipercaya.
BPR ini bukan hanya lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sahabat pertumbuhan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Di bawah kepemimpinan Meiners yang sebelumnya pernah memimpin sejumlah cabang Bank BNI di NTT, BPR Sari Dinarkencana memadukan pengalaman perbankan nasional dengan pendekatan lokal yang humanis.
Profesionalisme dan kehati-hatian berjalan beriringan dengan semangat melayani.
Kunjungan Hilda Manafe pun menjadi simbol sinergi antara wakil daerah dan pelaku industri keuangan lokal. Di BPR Sari Dinarkencana Kupang, pesan itu ditegaskan: bank rakyat harus terus diperkuat, agar tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat dan terus tumbuh bersama Nusa Tenggara Timur.***

Tinggalkan Balasan