Hutan Belukar Jadi Sumber Ekonomi, Usman Husin Dukung Perhutanan Sosial di NTT Tambah Lokasi

NTT, Liputan68.com — Upaya mengubah wajah hutan di Nusa Tenggara Timur (NTT) kian menunjukkan arah positif. Program perhutanan sosial yang digencarkan Balai Perhutanan Sosial Kupang tidak hanya membuka akses legal bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan sumber ekonomi baru dari kawasan hutan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Usman Husin. Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya mendorong pemanfaatan hutan secara produktif melalui skema perhutanan sosial.

“Saya sejak awal terus mendorong program ini. Hutan belukar bisa berubah menjadi hutan sosial yang memberi manfaat nyata bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya, (1/4/2026).

Usman juga menekankan bahwa perhutanan sosial harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampaknya, terutama di daerah-daerah yang selama ini memiliki potensi hutan namun belum tergarap optimal.

“Program ini harus terus ditambah lokasinya. Jangan hanya berhenti di situ, karena masih banyak kawasan yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak hutan,” tegasnya.

Sementara itu terpisah, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, mengungkapkan bahwa hingga 2025 telah terbit lebih dari 403 Surat Keputusan (SK) perhutanan sosial dengan luasan mencapai sekitar 99 ribu hektare di seluruh NTT.

Memasuki tahun 2026, program ini terus diperluas dengan target penambahan 12 lokasi baru. Saat ini, enam lokasi tengah dalam tahap verifikasi, terdiri dari lima di Flores dan satu di Rote.

“Dulu masyarakat masuk kawasan hutan bisa dianggap melanggar. Sekarang melalui perhutanan sosial, mereka diberi akses legal untuk mengelola, namun tetap menjaga status kawasan hutan,” jelas Erwin.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *