Terinspirasi Kosmonot Uni Soviet, Gagarin Merupakan Simbol Kebangkitan Rakyat Pacitan

Pacitan, liputan 68.com- Kemajuan teknologi keantariksaan yang dilakukan oleh Uni Soviet, hingga lahirlah kosmonot bernama Yuri Gagarin, menginspirasi seorang petani dan pedagang sapi dari Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, untuk memberikan nama salah satu puteranya seperti nama satu-satunya manusia dimuka bumi ini yang kali pertama menginjakkan kaki di bulan pada Tahun 1969 silam.

Dia adalah Gagarin, sang politikus gaek dari Partai Golkar. Sang ayah memberinya nama mirip sang kosmonot lantaran teringat pada Tahun 1969 silam, Uni Soviet dengan kemampuan ilmu dan teknologinya, membuat pesawat ulang-alik, hingga diuji cobakan dan berhasil menembus serta keluar dari atmosfer bumi hingga mendarat di bulan.

“Bapak saya dulu, memberi nama saya Gagarin, karena terinspirasi seorang kosmonot asal Uni Soviet bernama Yuri Gagarin,” kata Gagarin, saat bersilaturahmi dengan perwakilan warga di Kecamatan Kebonagung, Jumat (25/9) malam.

Kala itu, lanjut dia, sekitar Tahun 1969 silam, ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu manusia bisa keluar dari atmosfer bumi. “Bapak memberi nama saya Gagarin, itu menjiplak nama orang (kosmonot Uni Soviet, Yuri Gagarin), gara-gara sering mendengarkan siaran radio cawang,” lanjut pria kelahiran Tahun 1970 silam tersebut.

Tentu nama Gagarin, punya makna sangat dalam. Kedua orang tuanya memberi nama mirip seorang kosmonot asal Uni Soviet tersebut, dengan harapan si Gagarin kecil kala itu, bisa tumbuh kembang menjadi manusia hebat dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Apa yang dicita-citakan kedua orang tuanya, ibarat kata berjawab, gayung bersambut. Gagarin memang tumbuh menjadi pemuda yang tangguh dan hebat. Perjalanan karirnya di dunia politik praktis pada Tahun 2004 lalu, sempat mengantarkannya duduk sebagai anggota DPRD Pacitan, dengan perolehan suara melebihi bilangan pembagi pemilihan (BPP) sebesar hampir 10 ribuan lebih.

“Pada Tahun 2003, atas restu istri, saya awal kali masuk parpol, yaitu Partai Golkar. Setahun kemudian, yakni pada Pileg Tahun 2004, saya mencalonkan diri sebagai caleg dengan nomor urut 4 dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Ngadirojo-Sudimoro.

Kala itu, BPP yang ditentukan dari hasil akumulatif jumlah suara sah dibagi dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan ( Kecamatan Ngadirojo-Sudimoro) ketemu angka 7.225. Jadi kalau caleg tidak bisa memenuhi suara sebesar itu, tidak akan bisa duduk sebagai anggota DPRD. Alhamdulillah karena garis tangan Gusti Allah dan campur tangan masyarakat di Kecamatan Ngadirojo-Sudimoro, saya bisa terpilih menjadii anggota DPRD. Sebab perolehan suara saya secara by name hampir mencapai 10 ribu lebih,” jelasnya.

Dengan perolehan suara hingga melebihi BPP tersebut, selain menghantarkan Gagarin duduk sebagai anggota DPRD, ia juga menyandang predikat sebagai caleg yang nilai prosentase kemenangannya tertinggi se Provinsi Jatim. “Saya duduk sebagai anggota DPRD Pacitan dan juga diamanahi sebagai sekretaris Komisi C (bidang anggaran) kala itu,” cerita mantan Wakil Ketua DPRD Pacitan ini.

BAGIKAN KE :