Oleh: Dr. Purwadi M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA Hp 087864404347)
A. Jenang Bermakna Jeneng yang Selalu Menang dan Tenang.
Kata jenang atau bubur amat populer di kalangan masyarakat Nusantara. Jenang digunakan sebagai sarana untuk memperoleh anugerah besar . Upacara yang menyuguhkan jenang akan mendapat kemakmuran dan keselamatan.
Dari sisi historis ada fakta kultural. Kunjungan Sinuwun Paku Buwana IX, raja Karaton Surakarta Hadiningrat di Sumatera Utara terjadi pada tahun 1873. Sultan Basyaruddin Syariful Alam Shah, raja Kasultanan Serdang menyambut tamu negara ini dengan upacara wilujengan jenang.
Tradisi luhur ini berlanjut di era modern. Misalnya Ir H Soekirman Bupati Sergai Sumatera Utara, yang masih keturunan Jawa. Pada 8 Desember 2018 meneruskan tradisi kenduri jenang. Bertempat di Jl Coklat 1 Batang Terap Perbaungan Serdang Bedagai. Turut hadir ketua Kerabat, Kerukunan Masyarakat Batak, Drs Joni Walker Manik MM. Pelestarian adat budaya ini bertujuan untuk memperoleh keselamatan lahir batin.
Media tradisional memandu kehidupan batin. Menurut Poniman yang memimpin Paguyuban Temu Kangen sejak tahun 2007, jenang mengandung makna filosofis yang tinggi. Jenang berarti Jeneng yang selalu tenang.
Jenang atau bubur mempunyai jenis dan fungsi yang berlainan. Adapun jenis jenis jenang yaitu :
1. Jenang Baro Baro.
Yaitu jenang yang terbuat dari beras utuh. Diberi gula merah. Diwadahi takir. Tengah berwarna putih. Dicampuri gula santan kelapa. Jenang baro baro menjadi sarana untuk merekatkan pergaulan. Rasanya manis, sehingga handai taulan berdatangan dengan kasih sayang.
2. Jenang Bonang Baning.
Yaitu jenang yang dibuat dua warna, merah putih. Warna merah putih lambang kebangsaan. Semangat bela negara, berjuang untuk kemakmuran negeri. Siang malam berbakti pada ibu pertiwi.
3. Jenang Alot.
Yaitu jenang yang terbuat dari tepung ketan dan gula. Jenang alot berguna untuk memberi semangat pengabdian. Tenaga pikiran dan tindakan seorang pemimpin dipersembahkan buat kesejahteraan seluruh rakyat.
4. Jenang Kresikan.
Jenang yang terbuat dari beras ketan. Ditanak sampai matang. Terus ditumbuk bersama dengan gula. Jenang ini berguna untuk membersihkan diri. Bersih pangkal sehat. Rajin pangkal pandai. Hemat pangkal kaya.
5. Jenang Dlima.
Yaitu jenang yang terbuat dari pati tela. Terlebih dahulu direndam dalam air. Dibuat berwarna warni. Berguna untuk memberi petunjuk jalan perjuangan. Para pemimpin dan rakyat sepakat manunggal. Seia sekata. Tunggal cipta rasa karsa karya.
6. Jenang Candil.
Yakni jenang yang terbuat dari tepung beras ketan. Terlebih dulu diperas sampai halus. Jenang ini berguna untuk menemukan hakikat kebenaran. Intisari ajaran bisa menerangi jagat raya.
7. Jenang Saren.
Yaitu jenang yang terbuat dari tepung beras ketan. Diberi warna hitam dengan klaras atau daun pisang kering. Jenang ini digunakan untuk mengusir rasa malas. Tiap anggota masyarakat diharap tekun bekerja, sesuai dengan bidang pekerjaan masing masing.
8. Jenang Sungsum.
Yaitu jenang yang terbuat dari tepung beras. Diberi juruh warna merah. Jenang ini berguna untuk syukuran selepas kegiatan kolektif. Solidaritas dibentuk dengan pendekatan budaya.
9. Jenang Kangrang.
Yaitu jenang yang terbuat dari beras ketan. Diberi tambahan santan. Jenang ini dibuat untuk melapangkan usaha. Pekerjaan bertambah lancar, cuaca cerah berhasil gemilang.
10. Jenang Selayah.
Yaitu jenang terbuat dari beras. Ditempatkan di layah. Berguna untuk menguatkan semangat kerja. Terutama untuk menghindari rasa kecewa yang berasal dari oposisi. Agar mereka reda gugatan dan berhati dingin. Semua pihak berubah menjadi sabar.
11. Jenang Dodol.
Yaitu jenang dari tepung beras ketan. Diberi gula, diaduk sehari penuh. Jenang ini pertanda orang punya hajad besar. Masyarakat diharap memberi pengertian. Setidak tidaknya mau membantu. Bila kurang berkenan, agar bersedia memberi maaf. Kelapangan hati amat diperhatikan.
12. Jenang Abang.
Terbuat dari beras wutuh. Seluruh bagian berwarna abang atau merah. Jenang ini berguna untuk mengokohkan pribadi seseorang. Anak yang diberi nama perlu kenduri jenang abang. Supaya mantra nama itu merasuk dalam jiwa raga.
13. Jenang Ebor.
Jenang ini terbuat dari bahan beras. Diberi gula santan. Diwadahi ember besar. Berguna untuk memulai kerja yang berhubungan dengan air. Menggali mata air berarti rejeki mengalir deras.
