Kontroversi Seputar Sinovac. Jubir GTPP dan IDI Pacitan Kembali Angkat Bicara

Pacitan, liputan68.com- Memberikan perusasif kepada 250 juta lebih penduduk Indonesia soal vaksin covid-19, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Begitupun dengan 586 ribu lebih penduduk di Pacitan.

Beragam karakter dan pendapat pun terus bergulir. Pro dan kontra terus mewarnai rencana pemerintah untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi covid-19.

Dulu, ketika awal pandemi terjadi, masyarakat menyerukan agar pemerintah sebisa mungkin mendapatkan vaksin. Namun setelah vaksin ditemukan dan diproduksi, tak sedikit dari mereka yang ragu dan menuding vaksin sinovac tidak aman dan tidak halal.

Setelah pemerintah dengan Badan POM menerbitkan rekomendasi aman dan juga MUI dengan fatwa halalnya, pergunjingan miring pun tak kunjung usai. Banyak dari masyarakat yang mendesak agar Presiden Jokowi sebagai orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin asal China tersebut dan disiarkan secara live tanpa ada rekayasa.

Begitupun ketika orang nomor satu di Indonesia itu telah divaksin, beragam pendapat miring pun terus mengalir deras. Ada dari mereka yang mengatakan, kalau vaksin yang disuntikkan buat presiden, itu berbeda dengan yang akan disuntikan untuk masyarakat luas.

Menanggapi beragam argument masyarakat, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, dr Johan Tri Putranto menegaskan, agar masyarakat tidak bimbang.

Perlu diketahui, vaksin sinovac sebelum diproduksi sudah melalui beribu kali uji klinis. Hasilnya memang bagus dan bermutu sebagai upaya untuk memberikan imun kepada masyarakat terhadap serangan covid-19.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *