Pacitan, liputan68.com- Pegiat organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon, angkat bicara seputar polemik kasus covid-19 confirm di Pasar Minulyo.
Ia menegaskan, sejatinya empat sampai lima hari sebelum pelaksanaan rapid antibodi massal dilaksanakan, sudah dilakukan sosialisasi. Baik kepada warga pasar maupun paguyuban. “Intinya kenapa kegiatan rapid antibodi massal tersebut tidak dilaksanakan di tempat lain. Seperti misalnya di Balai Kelurahan Baleharjo.
Setelah dilakukan rapid massal, pasar menjadi sepi. Bahkan jauh hari sebelum dilaksanakan rapid, pasar sudah sepi. Ini sangat berdampak terhadap perekonomian pedagang. Sementara tidak ada tindakan apapun dari paguyuban,” kata pria yang juga Ketua DPC Projo (Pro Jokowi) Kabupaten Pacitan ini, Ahad (31/1).
Pada kesempatan yang sama, mantan anggota DPRD Pacitan dari Fraksi PDIP ini juga menyoal masalah bantuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu, sebesar kurang lebih Rp 74 juta, yang tak jelas juntrungannya. Bantuan tersebut dikelola paguyuban. “Semestinya anggaran tersebut kan bisa digunakan untuk pembelian vitamin buat pedagang misalnya. Namun tidak ada tindakan seperti itu,” ungkapnya.
