Oleh: Flora Elisabet Silalahi
(Dosen STIE Profesional Indonesia Medan)
PENDAHULUAN
Kemampuaan perusahaan untuk mencapai laba sering disebut dengan istilah Profitabilitas. Sedangkan Rasio Profitabilitas ini juga menunjukkan efisiensi perusahaan.Namun dibalik itu cara penjualan kredit ini juga mengandung resiko bagi si penjual terutama yang berhubungan dengan ketidakmampuan sipembeli melakukan pembayaran, atau sipembeli sengaja memperlambat pembayaran hutangnya, sehingga menimbulkan biaya tambahan dalam menagihnya, dan harapan profit yang diinginkan tidak tercapai sesuai target yang telah ditetapkan perusahaan, akibatnya terdapat perkiraan piutang ragu-ragu, dan bahkan tak jarang terjadi perkiraan piutangtak tertagih sehingga perusahaan mengambil kebijakan menghapus hutang pelanggan yang bersangkutan. Bahkan jika diperhatikan saat ini,penawaran penjualan kredit dari perusahaan-perusahaan dagang semakin meningkat.
Masalah
Dalam artikel ini, penulis membuat suatu masalah Berkaitan Bagaimana Penjualan Kredit Berpengaruh Terhadap Profitabilitas.
Tujuan Penulisan Artikel
Tujuan dari penelitian antara lain :
- Untuk mengetahui kebijakan kredit yang diterapkan
- Untuk mengetahui berapa besar pengaruh penjualan kredit yang diterapkan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.
- Untuk mengetahui apakah kebijakan penjualan kredit dapat mengamankan aset perusahaan.
Manfaat Penelitian
- Penelitian ini sebagai sarana dan belajar serta masukan bagi penulis dalam mengaplikasikan berbagai teori yang telah dipelajari terhadap kasus nyata yang relevan diperusahaan serta mampu mempraktekkan pengetahuaan dibidang penjualan kredit jika nantinya ada kasus yang serupa.
- Kiranya dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membaca untuk menambah wawasan tentang penjualan kredit dan atau dijadikan sebagai bahan referensi kepada peneliti-peneliti lain yang melakukan penelitian lanjutan dimasa yang akan datang.
- Hasil penulisan artikel ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menganalisis pengaruh penjualan kredit terhadap laba itu sangat penting dalam perusahaan.
STUDI KEPUSTAKAAN
Pengertian Penjualan
Kegiatan penjualan merupakan hal yang sangat berguna dan yang sangat penting bagi suatu perusahaan, karena melalui kegiatan ini perusahaan akan memperoleh laba.
Yos (2006 : 8) “Penjualan adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak oran lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan”.
Jenis-Jenis Penjualan
Penjualan merupakan pemasukan keuntungan bagi perusahaan. Dan ada beberapa jenis penjualan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan laba perusahaan yaitu sebagai berikut :
- Penjualan Tunai
Transaksi ini dilakukan secara langsung. Setelah terjadi suatu kesepakatan bersama (penjualan) yang pembayarannya dilakukan secara tunai (tidak ada kekurangan pembayaran). Penjualan dilakukan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh perusahaan, barang kemudian diberikan pada pembeli dan transaksi penjualan kemudian dicatat oleh perusahaan.
- Penjualan Kredit
Penjualan ini dilakukan yaitu dimana konsumen diberi kemudahaan untuk membeli suatu barang/jasa yang pembayarannya dilakukan secara kredit (terdapat kekurangan pembayaran). Konsumen membeli secara kredit dengan angsuran tetap setiap bulan nya sampai batas waktu yang ditentukan.
Pengertian Penjualan Kredit
Penjualan kredit merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan volume penjualan yang diharapkan dapat diikuti dengan peningkatan laba. Pada penjualan kredit berarti pembayaran dilakukan beberapa lama setelah barang diterima oleh pelanggan. Maka perusahaan mempunyai tagihan kepada pelanggan tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Hal ini berdampak makin besarnya dana yang tertanam dalam bentuk piutang karena pembayarannya tertunda. Dan kemungkinan besar akan ada resiko pelanggan tidak membayarnya ataupun membayarnya tetapi lebih lambat dari jangka waktu kredit yang telah ditetapkan. Untuk menghindari tidak tertagihnya piutang, maka setiap penjualan kredit yang pertama kepada seorang pembeli terlebih dahulu perusahaan meninjau apakah dapat atau tidaknya calon pembeli tersebut diberi kredit.
Tujuan Penjualan Kredit
Terdapat beberapa tujuan perusahaan dagang dalam memberikan kredit. Kasmir (2010 : 293) menyatakan tujuan dalam memberikan kredit antara lain:
- Untuk meningkatkan penjualan
- Untuk meningkatkan laba
- Untuk menjaga loyalitas pelanggan.
Meningkatkan penjualan dapat diartikan agar omset penjualan meningkat atau bertambah dari waktu ke waktu. Dengan penjualan kredit diharapkan penjualan dapat meningkat mengingat sebagian besar pelanggan kemungkinan tidak mampu membeli secara tunai. Terkadang pembeli juga ingin mencoba lebih dulu produk ditawarkan sebelum menjadi pelanggan tetap, namun pembayaran tidak secara tunai. Bagi perusahaan yang hendak melakukan perluasan pasar, hal ini penting dilakukan untuk mengalahkan persaingannya, meskipun juga melakukan kebijakan yang sama.
Meningkatkan penjualan memang tidak identik dengan meningkatkan laba atau keuntungan. Namun dalam prakteknya, apabila penjualan meningkat, kemungkinan besar laba akan meningkat pula. Hal ini terlihat dalam omset penjualan yang dimilikinya. Jadi dengan memberikan kebijakan penjualan barang secara kredit akan mampu meningkatkan penjualan sekaligus keuntungan.
Menjaga loyalitas pelangganartinya terkadang tidak selamanya pelanggan memiliki dana tunai untuk membeli barang dengan alasan tertentu sehingga jika dipaksakan, mungkin pelanggan tidak akan membeli produk kita, bahkan tidak menutup kemungkinan berpindah ke perusahaan lain. Oleh karena itu, untuk mempertahankan pelanggan, perusahaan dapat memberikan pelayanan penjualan secara kredit.
Prosedur Penjualan Kredit
Mulyadi (2008 : 5) “Prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi”.
Baridwan, Zaki (2009 : 30) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan prosedur adalah sebagai berikut :
Prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan kerani (Clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam transaksi-transaksi perusahaan yang sedang terjadi.
Dari pendapat yang dikemukan oleh para ahli, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa prosedur penjualan kredit merupakan urutan kegiatan usaha secara tersusun yang dilakukan pada penjualan kredit yang melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih sehingga adanya penangganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan terjadi.
Pengertian Profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh Husnan (2001) “Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan”. Sedangkan Agus, Sartono (2001 : 122) “Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri dan satu-satunya ukuran profitabilitas yang paling penting adalah laba bersih”.
Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang. Dengan demikian setiap badan usaha akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu badan usaha maka kelangsungan hidup badan usaha tersebut akan lebih terjamin.
Dari pendapat ahli yang dikemukan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa profitabilitas adalah merupakan kemampuan perusahaan menggunakan aktivanya dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, serta modal sendiri secara produktif untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Melalui kemampuan perusahaan tunai maupun kredit dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan, maka akan meningkatkan laba (profit) yang diharapkan perusahaan.
Pengertian Rasio Profitabilitas
Penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perbanding anantara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan neraca dan laporan laba rugi. Rasio Profitabilitas ini sering disebut sebagai salah satu alat ukur kinerja manajemen. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan yang dapat dikaitkan dengan tingkat penjualan yang dapat diciptakan.
Rasio Profitabilitas adalah merupakan ukuran dari kemampuan menghasilkan laba perusahaan. Untuk mengukur dari kemampuan laba perusahaan, maka penulis menggunakan rasio Return On Investment (ROI), artinya rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya.
Rumus untuk mencari ROI adalah sebagai berikut :
Return On Investment (ROI) = Earning After Interest and Tax × 100 %
Total Assets
Tujuan Rasio Profitablitas
Tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan, yaitu sebagai berikut :
- Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
- Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.
- Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu
- Untuk menilai produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
Pengaruh Penjualan Kredit Terhadap Profitabilitas
Penjualan kredit merupakan penjualan yang pembayarannya tidak diterima sekaligus (tidak langsung luas). Pembayarannya bisa diterima melalui dua tahap atau lebih.
Waluyo (2004:105) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan penjualan kredit yaitu sebagai berikut :
Penjualan kredit adalah metode penjualan yang mana pembayarannya dilakukan pada akhir atau melalui tagihan dari bank jika pihak konsumen akan menggunakan kartu kredit, atau penjualan yang biasa maka pihak konsumen akan menagih kerumah konsumen.
Sedangkan Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba (keuntungan) dalam suatu periode tertentu. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dan mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan.Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.
METODE PENELITIAN
Metode Pengumpulan Data
Dalam menyusun dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi, dipergunakan metode sebagai berikut :
- Metode Penelitian Kepustakaan ( Library research)
- Metode Penelitian Lapangan ( Field Research)
Metode Penelitian Lapangan ( Field Research) adalah metode dimana penulis langsung ke lapangan untuk membuktikan permasalah yang dihadapi
Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan lisan secara langsung kepada pihak manager penjualan yang berwenang untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti penulis.
- Obervasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti oleh penulis. Dalam hal ini yang diamati adalah pengaruh penjualan kredit terhadap laba perusahaan.
Metode Analisis Data
Penulis menganalisa data dengan menggunakan beberapa data metode, yaitu sebagai berikut :
- Analisa Data Penelitian Deskriptif
Analisis ini dilakukan dengan mengumpulkan data, mengklasifikasikan serta menginterprestasikan atau menganalisisnya sehingga diperoleh keterangan atau gambaran mengenai masalah yang dihadapi perusahaan.
- Analisis Statistik
Analisis ini dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan teori yaitu diterima sebagai suatu kebenaran umum mengenai fakta yang diselidiki. Dalam menganalisa data ini, dalam penelitian ini dengan menggunakan persamaan garis lurus dengan persamaan regresi linear sederhana yaitu sebagai berikut :
Dimana :
Y : Profitabilitas

