Liputan KOLOM

Analisis Penjualan Kredit Terhadap Profitabilitas Perusahaan

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 Agustus 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Flora Elisabet Silalahi 

(Dosen STIE Profesional Indonesia Medan) 

PENDAHULUAN

Kemampuaan perusahaan untuk mencapai laba sering disebut dengan istilah Profitabilitas. Sedangkan Rasio Profitabilitas ini juga menunjukkan efisiensi perusahaan.Namun dibalik itu cara penjualan kredit ini juga mengandung resiko bagi si penjual terutama yang berhubungan dengan ketidakmampuan sipembeli melakukan pembayaran, atau sipembeli sengaja memperlambat pembayaran hutangnya, sehingga menimbulkan biaya tambahan dalam menagihnya, dan harapan profit yang diinginkan tidak tercapai sesuai target yang telah ditetapkan perusahaan, akibatnya terdapat perkiraan piutang ragu-ragu, dan bahkan tak jarang terjadi perkiraan piutangtak tertagih sehingga perusahaan mengambil kebijakan menghapus hutang pelanggan yang bersangkutan. Bahkan jika diperhatikan saat ini,penawaran penjualan kredit dari perusahaan-perusahaan dagang semakin meningkat.

Masalah 

Dalam artikel ini, penulis membuat suatu masalah  Berkaitan Bagaimana  Penjualan Kredit Berpengaruh Terhadap Profitabilitas. 

Tujuan Penulisan Artikel

Tujuan dari penelitian antara lain : 

  1. Untuk mengetahui kebijakan kredit yang diterapkan 
  2. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh penjualan kredit yang diterapkan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. 
  3. Untuk mengetahui apakah kebijakan penjualan kredit dapat mengamankan aset perusahaan.

 Manfaat Penelitian

  1. Penelitian ini sebagai sarana dan belajar serta masukan bagi penulis dalam mengaplikasikan berbagai teori yang telah dipelajari terhadap kasus nyata yang relevan diperusahaan serta mampu mempraktekkan pengetahuaan dibidang penjualan kredit jika nantinya ada kasus yang serupa.
  2. Kiranya dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membaca untuk menambah wawasan tentang penjualan kredit dan atau dijadikan sebagai bahan referensi kepada peneliti-peneliti lain yang melakukan penelitian lanjutan dimasa yang akan datang.
  3. Hasil penulisan artikel ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menganalisis pengaruh penjualan kredit terhadap laba itu sangat penting dalam perusahaan.

STUDI KEPUSTAKAAN 

Pengertian Penjualan

Kegiatan penjualan merupakan hal yang sangat berguna dan yang sangat penting bagi suatu perusahaan, karena melalui kegiatan ini perusahaan akan memperoleh laba. 

Yos (2006 : 8) “Penjualan adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak oran lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan”.

Jenis-Jenis Penjualan

Penjualan merupakan pemasukan keuntungan bagi perusahaan. Dan ada beberapa jenis penjualan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan laba perusahaan yaitu sebagai berikut :

  1. Penjualan Tunai

Transaksi ini dilakukan secara langsung. Setelah terjadi suatu kesepakatan bersama (penjualan) yang pembayarannya dilakukan secara tunai (tidak ada kekurangan pembayaran). Penjualan dilakukan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh  perusahaan, barang kemudian diberikan pada pembeli dan transaksi penjualan kemudian dicatat oleh perusahaan.

  1. Penjualan Kredit

Penjualan ini dilakukan yaitu dimana konsumen diberi kemudahaan untuk membeli suatu barang/jasa yang pembayarannya dilakukan secara kredit (terdapat kekurangan pembayaran). Konsumen membeli secara kredit dengan angsuran tetap setiap bulan nya sampai batas waktu yang ditentukan.

Pengertian Penjualan Kredit

Penjualan kredit merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan volume penjualan yang diharapkan dapat diikuti dengan peningkatan laba. Pada penjualan kredit berarti pembayaran dilakukan beberapa lama setelah barang diterima oleh pelanggan. Maka perusahaan mempunyai tagihan kepada pelanggan tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Hal ini berdampak makin besarnya dana yang tertanam dalam bentuk piutang karena pembayarannya tertunda. Dan kemungkinan besar akan ada resiko pelanggan tidak membayarnya ataupun membayarnya tetapi lebih lambat dari jangka waktu kredit yang telah ditetapkan. Untuk menghindari tidak tertagihnya piutang, maka setiap penjualan kredit yang pertama kepada seorang pembeli terlebih dahulu perusahaan meninjau apakah dapat atau tidaknya calon pembeli tersebut diberi kredit.

Tujuan Penjualan Kredit 

Terdapat beberapa tujuan perusahaan dagang dalam memberikan kredit.  Kasmir (2010 : 293) menyatakan tujuan dalam memberikan kredit antara lain:

  1. Untuk meningkatkan penjualan
  2. Untuk meningkatkan laba
  3. Untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Meningkatkan penjualan dapat diartikan agar omset penjualan meningkat atau bertambah dari waktu ke waktu. Dengan penjualan kredit diharapkan penjualan dapat meningkat mengingat sebagian besar pelanggan kemungkinan tidak mampu membeli secara tunai. Terkadang pembeli juga ingin mencoba lebih dulu produk ditawarkan sebelum menjadi pelanggan tetap, namun pembayaran tidak secara tunai. Bagi perusahaan yang hendak melakukan perluasan pasar, hal ini penting dilakukan untuk mengalahkan persaingannya, meskipun juga melakukan kebijakan yang sama.

Meningkatkan penjualan memang tidak identik dengan meningkatkan laba atau keuntungan. Namun dalam prakteknya, apabila penjualan meningkat, kemungkinan besar laba akan meningkat pula. Hal ini terlihat dalam omset penjualan yang dimilikinya. Jadi dengan memberikan kebijakan penjualan barang secara kredit akan mampu meningkatkan penjualan sekaligus keuntungan. 

Menjaga loyalitas pelangganartinya terkadang tidak selamanya pelanggan memiliki dana tunai untuk membeli barang dengan alasan tertentu sehingga jika dipaksakan, mungkin pelanggan tidak akan membeli produk kita, bahkan tidak menutup kemungkinan berpindah ke perusahaan lain. Oleh karena itu, untuk mempertahankan pelanggan, perusahaan dapat memberikan pelayanan penjualan secara kredit.

Prosedur Penjualan Kredit

Mulyadi (2008 : 5) “Prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi”.

Baridwan, Zaki (2009 : 30) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan prosedur adalah sebagai berikut : 

Prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan kerani (Clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam transaksi-transaksi perusahaan yang sedang terjadi.

Dari pendapat yang dikemukan oleh para ahli, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa prosedur penjualan kredit merupakan urutan kegiatan usaha secara tersusun yang dilakukan pada penjualan kredit yang melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih sehingga adanya penangganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan terjadi.

Pengertian Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh Husnan (2001) “Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan”. Sedangkan Agus, Sartono (2001 : 122) “Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri dan satu-satunya ukuran profitabilitas yang paling penting adalah laba bersih”.

Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang. Dengan demikian setiap badan usaha akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu badan usaha maka kelangsungan hidup badan usaha tersebut akan lebih terjamin.

Dari pendapat ahli yang dikemukan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa profitabilitas adalah merupakan kemampuan perusahaan menggunakan aktivanya dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, serta modal sendiri secara produktif untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Melalui kemampuan perusahaan tunai maupun kredit dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan, maka akan meningkatkan laba (profit) yang diharapkan perusahaan.

Pengertian Rasio Profitabilitas

Penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perbanding anantara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan neraca dan laporan laba rugi. Rasio Profitabilitas ini sering disebut sebagai salah satu alat ukur kinerja manajemen. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan yang dapat dikaitkan dengan tingkat penjualan yang dapat diciptakan.

Rasio Profitabilitas adalah merupakan ukuran dari kemampuan menghasilkan laba perusahaan. Untuk mengukur dari kemampuan laba perusahaan, maka penulis menggunakan rasio Return On Investment (ROI), artinya rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya.

Rumus untuk mencari ROI adalah sebagai berikut :

Return On Investment (ROI) = Earning After Interest and Tax × 100 %

                                                                 Total Assets

Tujuan Rasio Profitablitas

Tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan, yaitu sebagai berikut :

  1. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  2. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.
  3. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu
  4. Untuk menilai produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

Pengaruh Penjualan Kredit Terhadap Profitabilitas

Penjualan kredit merupakan penjualan yang pembayarannya tidak diterima sekaligus (tidak langsung luas). Pembayarannya bisa diterima melalui dua tahap atau lebih.

Waluyo (2004:105) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan penjualan kredit yaitu sebagai berikut : 

Penjualan kredit adalah metode penjualan yang mana pembayarannya dilakukan pada akhir atau melalui tagihan dari bank jika pihak konsumen akan menggunakan kartu kredit, atau penjualan yang biasa maka pihak konsumen akan menagih kerumah konsumen.

Sedangkan Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba (keuntungan) dalam suatu periode tertentu. Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dan mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan.Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.

METODE PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data

Dalam menyusun dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi, dipergunakan metode sebagai berikut :

  1. Metode Penelitian Kepustakaan ( Library research)
  2. Metode Penelitian Lapangan ( Field Research)

Metode Penelitian Lapangan ( Field Research) adalah metode dimana penulis langsung ke lapangan untuk membuktikan permasalah yang dihadapi 

Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan lisan secara langsung kepada pihak manager penjualan yang berwenang untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti penulis.

  1. Obervasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti oleh penulis. Dalam hal ini yang diamati adalah pengaruh penjualan kredit terhadap laba perusahaan.

Metode Analisis Data

Penulis menganalisa data dengan menggunakan beberapa data metode, yaitu sebagai berikut :

  1. Analisa Data Penelitian Deskriptif

Analisis ini dilakukan dengan mengumpulkan data, mengklasifikasikan serta menginterprestasikan atau menganalisisnya sehingga diperoleh keterangan atau gambaran mengenai masalah yang dihadapi perusahaan.

  1. Analisis Statistik

Analisis ini dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan teori yaitu diterima sebagai suatu kebenaran umum mengenai fakta yang diselidiki. Dalam menganalisa data ini, dalam penelitian ini dengan menggunakan persamaan garis lurus dengan persamaan regresi linear sederhana yaitu sebagai berikut : 

Dimana :

    Y : Profitabilitas 

    x : Penjualan Kredit

    a :  Bilangan konstanta

    b: Koefisien variabel bebas

    € : Standart eror of estimasi

Uji Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah biasa terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R Square pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Dan untuk menyimpulkan suatu tingkat hubungan nya yaitu sebagai berikut :

0,00 s/d 0,199

0,20 s/d 0,399

0,40 s/d 0,599

0,60 s/d 0,799

0,80 s/d 1,000

Sangat Rendah

Rendah 

Cukup Kuat

Kuat

Sangat Kuat


PEMBAHASAN

Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh variabel independen secara parsial. Hasil analisis regresi dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Hasil Analisis Regresi

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .341 .353 .967 .405
Penjualan Kredit (X) 4.678E-10 .000 .975 7.640 .005

Sumber : Data dioalah (2017)

BACA JUGABABAD BLORA

Daritabel  di atas  diatas tersebutmaka dibuat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 0,341 + 4,678-10 x

Dari tabel diatasdapat diketahui bahwanilai bilangan konstanta yang positif yaitu 0,341, dengan penjualan kredit yaitu  sebesar 4,678-10 atau 0,0000000004678. Memiliki arti jika setiap perubahan penjualan kredit naik sebesar Rp 1,- maka penjualan bergerak berbanding lurus berarti bahwa jika terjadi peningkatan penjualan kredit maka profitabilitas akan meningkat sebesar 0,0000000004678, namun sebaliknya jika penurunan penjualan kredit, maka profitabilitas akan menurun juga sebesar 0,0000000004678. 

Uji Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dari koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel  di bawah ini:

Tabel4.9 Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .975a .951 .935 .1314

Sumber : Data dioalah (2017)

Berdasarkan tabel  diatasdiperoleh nilai R Square sebesar 95, %, berarti penjualan kredit dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan yaitu sebesar 95,1%, sedangkan sisanya sebesar 4,9 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model yang dianalisis.

 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)

Untuk menguji hipotesis maka analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier sederhana.Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Hasil Uji Hipotesis Parsial t

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) .341 .353 .967 .405
Penjualan Kredit (X) 4.678E-10 .000 .975 7.640 .005 1.000 1.000

Sumber : Data di olah (2017)

Berdasarkan hasil uji statistik t pada tabel di atas  menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi untuk penjualan kredit sesesar 0,005 (p < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa penjualan kredit berpengaruh terhadap profitabilitas. 

Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian yang diuji maka dapat disimpulkan bahwa penjualan kredit berpenaruh terhadap profitabilitas perusahaan dan hal tersebut sudah terbukti yaitu :

  1. Berdasarkan Hasil Uji Statistik Deskriptif bahwa yang diteliti adalah nilai rata-rata  yang diteliti sebagai sampel, dengan nilai terendah, nilai tertinggi dan juga standar deviasinya.
  2. Berdasarkan Uji Asumsi Klasik diperoleh bahwa Profitabilitas (Y) nilai Asymp. Sig (2-tailed) dan pada Penjualan Kredit (X) dan karena signifikansi > 0,05 data residual terdistribusi normal dan model regresi layak untuk dipakai dalam penelitian ini.
  3. Berdasarkan Regresi Linier Sederhana diperoleh bahwa nilai bilangan konstanta yang positif dan juga penjualan kredit. Artinya jika setiap perubahan penjualan kredit naik sebesar Rp 1,- maka penjualan bergerak berbanding lurus berarti bahwa jika terjadi peningkatan penjualan kredit maka profitabilitas akan meningkat, namun sebaliknya jika penurunan penjualan kredit, maka profitabilitas akan menurun.
  4. Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi maka diperoleh nilai R Square, dan menunjukkan bahwa penjualan kredit mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model yang dianalisis. Misalnya seperti pengendalian persediaan, penjualan tunai dan sebagainya.
  5. Berdasarkan hasil uji statistik t menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi untuk penjualan kredit sesesar 0,005 (p < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa penjualan kredit berpengaruh terhadap profitabilitas. 

PENUTUP

Kesimpulan

Penjualan kredit telah dilakukan  dengan efesien untuk mencapai tujuan dari perusahan yaitu dapat meningkatkan laba perusahaan yang telah dibuktikan dengan rasio ROI.

  1. Tingkat penjualan kredit dari 2011 s/d 2015 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dari tahun 2011 s/d 2015 meningkat hingga sampai 60 % (dari 4.497.064.648 menjadi 7.179.428.28). Peningkatan penjualan kredit yang meningkat juga diikuti peningkatan laba perusahaan yaitu tahun 2011 s/d 2015 meningkat hingga sampai 97 % (dari 1.011.839.546 menjadi 1.995.881.063).
  2. Nilai R sebesar 0,975, ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat, karena nilai R berada pada interval koefisien 0,80 s/d 1,000. Itu berarti hubungan antara variabel X (penjualan kredit) dengan variabel Y (profitabilitas) adalah positif dan sangat kuat karena nilai mendekati 1.
  3. Nilai R Square sebesar 95,1 %, berarti jika penjualan kredit ditingkatkan maka profitabiltas perusahaan juga meningkat, sedangkan sisanya sebesar 4,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini.
  4. Dari hasil pengujian regresi menunjukkan bahwa penjualan kredit berpengaruh terhadap profitabilitas (0,005 < 0,05). 
  5. Dari hasil Uji Asumsi Klasik diketahui bahwa Profitabilitas (Y) nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,965 dan pada Penjualan Kredit (X) sebesar 0,999. Signifikansi > 0,05 maka data residual terdistribusi normal dan model regresi layak untuk dipakai dalam penelitian ini.
  6. Dan dari hasil pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini bahwa penjualan kredit berpengaruh terhadap profitabilitas 

Saran

  1. Perusahaan sebaiknya mencoba memberlakukan kebijakan pemotongan penjualan (Discount) bagi pelanggan yang melunasi lebih cepat dari tanggal jatuh tempo dan juga pembayaran dimuka (Dp) dengan tujuan agar piutang lebih cepat diterima.
  2.   Untuk kebijakan penjualan agar dikelola lebih baik dan untuk pelaksanaannya agar lebih fleksibel, seperti misalnya dapat melakukan penjualan kredit tidak hanya pelanggan tertentu namun terbuka untuk umum, asalkan calon pelanggan tersebut memiliki latar belakang yang meyakinkan dan dapat dijamin, misalnya pada saat perjanjiaan kerjasama antara pihak perusahaan dengan calon pelanggan didalamnya tercantum adanya kesanggupan dari pelanggan untuk membayar hutangnya tepat waktu dan perusahaan akan menindak tegas jika ada pelanggan yang tidak dapat membayar hutangnya, seperti misalnya memberikan denda kepada pelanggan yang lewat jatuh tempo.

 

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, Maksum. 2010. Akuntansi Lanjutan I. Cetakan Pertama. Medan : Perdana.

Mulyadi. 2008. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Salemba Empat.

Kasmir. 2010. Analisi Laporan Keuangan. Edisi Tiga. Jakarta : Persada.

Agus. R, Sartono. 2001. Manajemen Keuangan Teori Dan Aplikasi. Edisi Empat. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.

James A. Hall. 2001. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat

Bambang, Riyanto. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada. 

Arikunto, Suharsimin. 2006. Prosedur Penelitian. Edisi Revisi VI. Cetakan Ketigabelas. Jakarta : Rineka Cipta.

Purwatiningsih. 2013. Evaluasi Kelayakan Kebijakan Kredit Dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas.//http.www.library.esaunggul.ac.id/opac/files/50000027.pdf

Damanik, Martinus. 2006. Analisis efektivitas pengelolaan kredit dan pengaruhnya terhadap profitabilitas pada perusahaan PT. Akari Indonesia cabang Medan.Semarang

Priyatno, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS. Cetakan Pertama. Yogyakarta : Gava Media. 

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian