Ponorogo, liputan68.com-, Kondisi infrastruktur di Ponorogo terutama jalan menjadi keprihatinan masyarakat. Pasalnya, sejak ke Pemimpinan Sugiri-Lisdyarita, pembangunan dan perbaikan jalan terlihat berjalan tak maksimal.
Atas kondisi itu, Muh Yani, Pemerhati Kebijakan Pemerintahan dan Politik mulai angkat bicara. “Kita ini prihatin dengan kondisi jalan di Ponorogo, banyak keluhan,”katanya kepada sejumlah wartawan Selasa (12/7).
Yani yang juga aktivis LSM 45 itu mengatakan jika pihaknya telah melakukan analisa mendalam atas indikasi terlambatnya pembangunan infrastruktur dari dana PEN. “Hambatan belum dilaksanakan pembangunan infrastruktur dari dana PEN, dikarenakan belum dilelang oleh pihak LPSE,”katanya.
Yani menduga ada indikasi-indikasi memperlamban proses pembangunan melalui dana PEN. “Saya akan mengawal agar lelang segera dilaksanakan. Karena ini demi kepentingan masyarakat Ponorogo,. Kalau ada kesengajaan, warga Ponorogo yang akan dirugikan,”tandasnya.
Yani juga menilai, Dinas Pengguna Anggaran agak terkesan lamban menyerahkan berkas atau dokumen ke LPSE. “Sementara LPSE juga saya nilai kurang cepat membuat jawaban atas dokumen lelang, jika memang ada perbaikan. Jadi saya rasa semua harus bekerjasama dengan baik, agar seluruh proses lelang berjalan lancar dan pembangunan sesuai harapan masyarakat Ponorogo,”jelasnya.
