Sustainable Tourism Development jadi Bukti Telkom Dukung Pembangunan Desa

JAKARTA — LIPUTAN68.COM — PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menjalankan berbagai program pembangunan bagi desa dan pariwisata.

Ini sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan untuk memberikan manfaat pada ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum dan tata kelola.

Program tanggungjawab sosial ini mencakup pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Telkom mendukung pembangunan desa mandiri melalui penerapan program Sustainable Tourism Development yang bertujuan untuk pengembangan konsep berwisata yang berdampak jangka panjang baik terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung.

Hingga saat ini, implementasi program sudah terlaksana di berbagai desa wisata Indonesia yang salah satunya terletak di Kabupaten Gowa.

Berlokasi di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, desa ini memiliki sumber daya flora dan fauna yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata alam.

Melihat potensi ini, Telkom bersama masyarakat setempat menginisiasi kawasan hutan bambu yang ada menjadi Ekowisata Bambu Desa Timbuseng.

Dalam implementasinya, dilakukan pembentukan kelompok serta berbagai pelatihan pengolahan kerajinan bambu yang bertujuan memberdayakan pemuda lokal untuk menghasilkan produk kerajinan yang bernilai dan menciptakan peluang usaha.

Telkom juga mendirikan fasilitas penunjang seperti jembatan, kedai/warung kuliner, serta spot foto untuk melengkapi daya tarik kawasan Ekowisata Bambu Desa Timbuseng.

Terbentuknya kelembagaan Ekowisata Bambu Desa Timbuseng juga menggerakkan masyarakat dan pemerintah lokal untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan.

Tak hanya di Desa Timbuseng, kawasan Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari lima daerah yang ditetapkan presiden RI menjadi destinasi wisata prioritas Indonesia juga menjadi sasaran lokasi program.

Labuan Bajo memiliki 19 desa yang beberapa diantaranya masih tergolong sebagai daerah tertinggal, salah satunya adalah Desa Macang Tanggar. Memiliki luas wilayah sebesar 43,76 km2 dengan permasalahan terkait kelaikan sarana pendidikan dan sanitasi air bersih, desa tersebut memeroleh bantuan pembangunan sekolah dan penyaluran air dari Telkom.

Pada tahun lalu, Telkom melakukan pemberian bantuan berupa pembuatan kandang hewan ternak dengan pemanfaatan material alami yang diperoleh dari hutan jati pada area desa Macang Tanggar. Untuk lebih menarik minat wisatawan, terdapat area kandang terbuka yang memungkinkan interaksi antara wisatawan dengan hewan ternak.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *