NTT, Liputan68.com- Sebuah kepedulian yang lahir dari suara rakyat akhirnya berbuah nyata.
SMK Negeri 2 Amfoang Selatan, di Desa Ohaem, Kabupaten Kupang yang kondisinya sangat memprihatinkan akhirnya mendapat bantuan pembangunan senilai Rp1,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan ini tidak datang begitu saja. Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) NTT, Dean Asadoma, turun tangan setelah menerima laporan warga soal kondisi sekolah yang sangat tidak layak: lantai tanah, dinding bilah bambu lapuk, tanpa jendela, dan atap seng berkarat.
Siswa-siswi di sana selama ini belajar dalam ruang kelas yang lebih mirip gubuk daripada tempat pendidikan.
Melihat ini, Dean langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Hasilnya, pemerintah merespons cepat dengan mengucurkan dana miliaran rupiah untuk renovasi dan pembangunan fasilitas.
Sinergi nyata antara Tidar NTT dan Pemerintah Provinsi ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Gerindra, Stevanus Come Rihi.
Ia menyampaikan rasa bangganya atas peran aktif kader organisasi sayap Gerindra yang menjadi garda terdepan menyuarakan aspirasi masyarakat hingga sampai ke pemerintah.
“Kami bersyukur ada kader-kader muda yang proaktif menyampaikan fakta lapangan yang selama ini menjadi beban masyarakat. Ini menjadi contoh dan teladan bagi organisasi sayap Gerindra lainnya,” ujar Stevanus, anggota Komisi 1 DPRD NTT.
Stevanus menegaskan pentingnya pengawalan ketat pembangunan sekolah agar berjalan sesuai rencana tanpa penyimpangan.
Stev yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sumba Timur ini juga menekankan bahwa gerakan bersih pemerintahan yang diusung oleh Bapak Prabowo harus diterjemahkan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh kader, khususnya kader muda yang menjadi perpanjangan tangan masyarakat.***
