Pacitan,Liputan 68.com- Kabupaten Pacitan memiliki potensi pariwisata yang besar dan dapat terus berkembang dengan penataan kuliner serta produk lokal di Alun-Alun kota setempat.
Saat ini, Alun-Alun Pacitan sudah menjadi destinasi favorit bagi warga lokal dan wisatawan dengan fasilitas rekreasi yang memadai, taman yang asri, dan beragam kuliner khas.
Untuk penumbuhan ekonomi kreatif, setiap tahun juga digelar Festival Ronthek. Festival seni tahunan ini, menampilkan keunikan budaya Pacitan dan menjadi katalis ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Tak ketinggalan adanya pasar krempyeng, sebagai wadah bagi pelaku industri kreatif dan UMKM lokal untuk memperkenalkan potensi berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Salah seorang tokoh pemuda di Pacitan, Dodo mengatakan, untuk lebih menjadi daya tarik wisatawan, kedepan mungkin perlunya ada lapak-lapak penjualan produk lokal di Alun-Alun.
Seperti halnya produk makanan khas Soto Bonagung, Soto Giyem Disco, dan nasi tiwul ikan kalakan. “Selama ini yang paling banyak hanya penjual jadah bakar. Untuk produk makanan yang sudah banyak dikenal, tidak dijumpai di Alun-Alun.
Untuk bisa mencicipi makanan tersebut, harus jauh datang ke Kebonagung atau ke kawasan pantai di Tamperan,” terang Dodo, Jum’at (8/8/2025).
