Dari Tenda ke Pendapatan Daerah. Lawyer Bajuri Apresiasi Hobi Camping Bupati Aji yang Mengubah Wajah Wisata Pacitan
Pacitan,Liputan 68.com-Wisata camping di Kabupaten Pacitan kian menemukan momentumnya. Bukan hanya menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara, tren berwisata dengan menyatu bersama alam ini juga mulai mendapat perhatian dan apresiasi dari kalangan profesional, termasuk para lawyer.
Fenomena tersebut tak lepas dari sosok Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, yang sejak awal dikenal memiliki kegemaran berkemah di alam terbuka.
Hobi yang sempat menuai cibiran itu kini justru menjelma menjadi inspirasi wisata baru, sekaligus strategi promosi daerah yang berjalan secara natural dan berkelanjutan.
Pengacara senior Imam Bajuri mengaku salut dengan konsistensi Bupati Aji. Menurutnya, kegemaran camping yang awalnya dianggap sepele, kini terbukti mampu menggerakkan sektor pariwisata dan mendongkrak pendapatan daerah.
“Apa yang dilakukan Bupati Aji menunjukkan bahwa keteladanan bisa menjadi kekuatan promosi. Tanpa banyak slogan, masyarakat dan wisatawan justru tertarik karena keasliannya,” ujar Bajuri, saat bertandang ke posko media, Timur Pendopo, Selasa (30/12/2025).
Sekretaris Peradi Pacitan itu bahkan berencana mengajak seluruh rekan seprofesi untuk datang ke Pacitan dan menikmati wisata camping, sembari melakukan koordinasi dan penguatan jejaring antar-pengacara. Baginya, Pacitan bukan hanya tempat berdiskusi hukum, tetapi juga ruang untuk menyerap inspirasi dari alam.
Selain wisata camping, Bajuri juga menyoroti potensi lain yang tak kalah menjanjikan, yakni batu akik Pacitan. Ia menilai, kejayaan jenis Reed Baron yang pernah mengharumkan nama Pacitan di tingkat nasional patut dihidupkan kembali melalui pendekatan terpadu.
“Harus ada keterlibatan banyak pihak, mulai dari Dinas Pariwisata, para kolektor, hingga perajin batu akik. Jika dikelola serius, ini bisa menjadi daya tarik ekonomi kreatif yang kuat,” tegasnya.
Bajuri menekankan pentingnya promosi daerah yang masif dan konsisten dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya lokal. Menurutnya, Pacitan memiliki paket lengkap, alam, budaya, dan produk khas yang berakar dari kearifan lokal.
“Intinya, Pacitan harus terus dipromosikan dari segala potensi yang dimiliki. Wisata alam dan ekonomi kreatif harus berjalan beriringan,” pungkasnya.
Pacitan tak sekadar dikenal sebagai Kota 1001 Goa, tetapi juga sebagai destinasi wisata alami yang lahir dari keteladanan pemimpin dan dukungan lintas profesi, bermula dari sebuah tenda, dan berujung pada geliat ekonomi daerah.(Red/yun)

Tinggalkan Balasan