NTT, Liputan68.com- Upaya percepatan distribusi pupuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan hasil positif. Setelah sebelumnya mendapat sorotan dari Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, terkait lambannya proses bongkar muat, kini PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Tenau Kupang mengambil langkah cepat dengan mempercepat penyandaran kapal bermuatan pupuk.
General Manager PT Pelindo Regional 3 Cabang Pelabuhan Tenau Kupang, Andhik Wahyu Kristianto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan pelabuhan tetap optimal, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pasca arus Lebaran 2026 serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui transformasi dan langkah strategis agar kegiatan sandar kapal, bongkar muat barang, dan pelayanan penumpang tetap berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah percepatan penyandaran kapal KM BWT Langgeng 011 yang mengangkut pupuk NPK sebanyak 2.800 ton.
Kapal tersebut berhasil sandar pada 25 Maret 2026 pukul 23.54 WITA dan langsung dilakukan proses pembongkaran oleh perusahaan bongkar muat (PBM) yang ditunjuk.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pupuk yang sebelumnya sempat terhambat akibat antrean sandar di pelabuhan.
Sebagaimana diketahui, pupuk tersebut sangat dibutuhkan petani untuk mendukung musim tanam yang sedang berlangsung.
Meski dihadapkan pada tantangan cuaca buruk sejak 23 Maret 2026, berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang bahkan memicu peringatan dini dari otoritas pelabuhan, Pelindo memastikan pelayanan tetap berjalan.
“Hal ini tidak menjadi hambatan. Kami terus mengupayakan percepatan penyandaran kapal-kapal kargo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT,” tegas Andhik.
