Paparkan Visi dan Misi Denpasar Satu, Agung Manik Danendra Punya Strategi OOOK

Pemaparan visi dan misi AMD yang berprofesi Notaris tersebut, terus memancing berbagai pertanyaan dari para panelis terkait pembangunan kota Denpasar, diantaranya pembangunan ekonomi, SDM, penataan tata kota dan tata kelola pemerintahan, termasuk masalah adat dan kerawanan sosial langsung dijawab oleh AMD dengan lugas dan tegas, sehingga setiap jawaban diberikan aplaus oleh yang hadir. AMD yakin bahwa banyak orang terutama masyarakat Bali yang mempunyai Visi dan Misi yang sama menginginkan perubahan Kota Denpasar menjadi maju dan lebih baik lagi. “Kota Denpasar beruntung dengan munculnya AMD, seorang tokoh Milenial ganteng, bersih dan low profile, kiprahnya nyata di Masyarakat sehingga banyak nanti dapat pemilih muda yang mencoblos AMD, “ ujar salah satu panelis yang juga politisi senior dari Partai Nasdem.

Sementara itu, dari tempat terpisah Ketua DPC Partai Hanura Kota Denpasar, Made Kartika datang langsung dengan tegas menyatakan Hanura siap mengusung AMD menjadi calon Walikota Denpasar. Bahkan, Partai Hati Nurani Rakyat, juga siap berkoalisi dengan Parpol lainnya untuk maju head to head dengan kandidat lainnya. “Partai Hanura sudah siap berkoalisi mengusung AMD, karena sangat sesuai dengan track record dan elektabilitas AMD yang terus menanjak di mata masyarakat Kota Denpasar,” tegas Kartika. Disamping kalangan partai politik, dukungan serupa juga terungkap saat Diskusi Kebangsaan dalam rangka Sumpah Pemuda yang sengajak dan mengudang khusus AMD dengan melibatkan sejumlah tokoh pengusaha dan juga elemen masyarakat yang digelar Yayasan Katrisma (Alumnus SMAN 3 Denpasar), Rabu (30/10/2019).

Para aktivis sekolah dan kampus, juga langsung mendukung AMD maju di Pilwali Kota Denpasar 2020. Saat itulah, AMD dengan lugas memaparkan bahwa salah satu pilar kebangsaan NKRI adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang mana semboyan ini diungkapkan oleh Empu Tantular seorang Pujangga dari Kerajaan Majapahit pada Pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Semboyan itu (Kakawin Sutasoma) yang berbunyi “Bhinna Ika Tungga Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa” berarti berbeda – beda itu, satu itu, tak ada pengabdian yang mendua. Nilai Kebangsaan sudah ada pada Jaman Majapahit, maka sebagai Generasi Muda Penerus Bangsa haruslah menjadikan sesanti itu prinsip hidup.

Saat itu, I Wayan Sumerta, SE., Ak. sebagai Ketua Umum Yayasan Kartrisma mengaku selain sudah mengenal dekat sosok AMD selama ini, juga terbukti sudah tahu baik kiprahnya di tengah masyarakat. “AMD adalah aktifis sejak dari bangku sekolah dan organisator. Terbukti langkah-langkahnya dalam memimpin sangat nyata dan terobososannya banyak yang berhasil,” bebernya seraya mengaku sudah mengenal AMD sejak bangku sekolah sekaligus menambahkan, “AMD lahir dari keluarga Puri yang mampu, sukses dalam bisnis, berjiwa sosial, suka menolong teman, pandai bergaul, dan aktifis lintas multi golongan,” tandasnya. (5412)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *